Wall Street Kembali Ditutup di Wilayah Positif

Jum'at, 18 Maret 2016 - 07:53 WIB
Wall Street Kembali...
Wall Street Kembali Ditutup di Wilayah Positif
A A A
NEW YORK - Indeks Wall Street bergerak lebih tinggi pada perdagangan kemarin dan mendorong Dow Jones industrial average ke wilayah positif untuk tahun ini, karena harga komoditas naik pada saat dolar Amerika Serikat (USD) yang lebih lemah untuk meningkatkan saham di sektor energi dan material.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (18/3/2016), Indeks Dow Jones industrial average ditutup naik 155,73 poin atau 0,9% ke level 17.481,49, Indeks S&P 500 naik 13,37 poin atau 0,66% ke posisi 2.040,59 dan Nasdaq Composite naik 11,02 poin atau 0,23% ke level 4.774,99.

Bergeraknya Dow Jones ke wilayah positif kemarin setelah Federal Reserve (The Fed) mengambil sikap dovish yang membebani USD. "Itu adalah reli USD yang lemah. Ini mengambil kelompok yang sesuai dengan melemahnya USD," kata John Augustine, kepala investasi di Huntington National Bank.

Sektor berkinerja terbaik di Indeks S&P 500 adalah sektor material, industri, dan energi. "Reli adalah reaksi lanjutan dari langkah The Fed," kata David Lefkowitz, ekuitas analis senior di UBS Wealth Management Americas di New York.

The Fed pada Rabu menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS moderat dan kenaikan pekerjaan kuat tetapi tetap memperingatkan tentang risiko dari ekonomi global yang tidak menentu.

Indeks Dow Jones dan S&P berada di tertinggi sejak 31 Desember kemarin dan Nasdaq juga mencapai puncak tertinggi sejak 7 Januari tahun ini.

Saham blue chip pada Dow Jones seperti GE dan Goldman Sachs mampu reli dalam lima pekan terakhir kini telah kembali mengalami kerugian yang mendalam yang dimulai tahun ini. Kekhawatiran investor bahwa ekonomi AS bisa menuju resesi lain telah memudar setidaknya untuk sementara.

Sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami decliner di antara 10 sektor S&P 500. Atau turun 1,05% terseret oleh saham Eli Lilly (LLY.N) yang turun 4,7%.

Sementara, sektor industrials naik 2% didukung oleh naiknya saham General Electric (GE.N) hingga 2,6% USD30,96 dan memberikan dorongan terbesar untuk S&P 500. Saham FedEx (FDX.N) naik 11,8% ke level USD161,34 setelah perusahaan pengiriman paket meramalkan lebih baik dari perkiraan laba setahun penuh.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
5 menit yang lalu
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
31 menit yang lalu
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
52 menit yang lalu
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
2 jam yang lalu
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
2 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Modus...
Tips MotionTrade: Modus Penipuan Berkedok Customer Service, Investor Wajib Waspada!
4 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved