USD Pulih, Rupiah Berakhir Makin Terperosok

Jum'at, 18 Maret 2016 - 17:23 WIB
USD Pulih, Rupiah Berakhir...
USD Pulih, Rupiah Berakhir Makin Terperosok
A A A
JAKARTA - Laju rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini berakhir tidak kuat bertahan menguat ketika tadi pagi dibuka di zona hijau. Sementara, USD sore ini mulai pulih dari posisi melemah yang terjadi sejak beberapa hari terkahir.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada level Rp13.100/USD, dengan kisaran harian Rp12.978-Rp13.125/USD. Posisi tersebut terlihat melemah 62 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.039/USD.

Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berada di level Rp13.105/USD. Posisi ini berkurang 56 poin dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.049/USD.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah berada pada level Rp13.116/USD dengan kisaran harian Rp13.006-Rp13.136/USD. Posisi itu semakin melemah jika dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.075/USD.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.048/USD. Posisi ini menguat tipis dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.166/USD.

Seperti dikutip dari Reuters sore hari ini, indeks USD pulih dari posisi terendah dalam lima bulan. Namun, masih di jalur kerugian berturut-turut dalam tiga pekan. Hal ini dikarenakan investor memangkas taruhan menguntungkan setelah Federal Reserve hati-hati terkait suku bunga.

Dolar terhadap yen tercata mendatar setelah mencapai posisi terendah dalam 17 bulan terhadap yen. Trader khawatir bahwa kenaikan tajam dalam mata uang Jepang akan menimbulkan semacam intervensi dari Bank of Japan. USD terhadap yen diperdagangan pada level 111,25.

Sementara, euro sedikit turun dari posisi tinggi dalam lima pekan terakhir di level 1,1342, namun masih di jalur kenaikan 1,2% selama pekan ini.

Indeks USD diperdagangkan 0,25% lebih tinggi pada level 95,001, setelah jatuh ke posisi terdalam dalam lima bulan level 94,578 di perdagangan Asia.

"Pada tingkat ini, pasar gelisah mendorong USD/yen terlalu jauh lebih rendah hanya karena ada ada beberapa respon dari BOJ," kata Yujiro Goto, ahli strategi mata uang di Nomura.

USD telah merosot tajam sejak Federal Reserve (The Fed) menurunkan harapan untuk kenaikan suku bunga tahun ini pada pertemuan FOMC. Hasil treasury telah menurun tajam sejak pertemuan kebijakan dan memicu jatuhnya USD.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
6 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved