Kemenko Maritim Klaim Mampu Potong Dwelling Time Jadi 2 Hari
Sabtu, 19 Maret 2016 - 00:16 WIB
Kemenko Maritim Klaim Mampu Potong Dwelling Time Jadi 2 Hari
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Kemaritiman mengklaim bahwa saat ini waktu tunggu dan bongkar muat (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok sudah mencapai 3,5 hari. Target yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar dwelling time mampu mencapai 2 hari pun diyakini akan dapat tercapai.
(Baca Juga: Pangkas Dwelling Time Jadi 3,6 Hari, Menko Maritim Belum Puas)
Deputi II bidang Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko bidang Kemaritiman Agung Kuswandono menjelaskan, pada awalnya Presiden Jokowi memiliki target agar dwelling time bisa 4,7 hari. Sebab, kala itu dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok masih berada pada level lima hingga tujuh hari.
"Perlu saya sampaikan, target dwelling time yang diminta Presiden itu 4,7 pertama kali. Karena waktu itu masih 5-7 hari. Sekarang dwelling time sudah 3,6-3,5 hari," katanya di Kantor Pusat Pelindo II, Jakarta, Jumat (18/3/2016).
Saat ini, sambung mantan Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu ini, Presiden Jokowi meminta agar dwelling time bisa mencapai tiga hingga dua hari agar Indonesia bisa bersaing dengan negara lain di lingkungan ASEAN. Kendati hal tersebut merupakan pekerjaan yang besar, namun pihaknya optimis dapat mencapai target yang dicanangkan tersebut.
"Kita usahakan dulu (dwelling time dua hari). Namanya prajurit ya kita usahakan dulu. Regulasi kita perbaiki, infrastruktur kita perbaiki. Bisa. Caranya semua kementerian dan lembaga (K/L) brkumpul bersama mencari solusi terbaik," tandasnya.
(Baca Juga: Pangkas Dwelling Time Jadi 3,6 Hari, Menko Maritim Belum Puas)
Deputi II bidang Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko bidang Kemaritiman Agung Kuswandono menjelaskan, pada awalnya Presiden Jokowi memiliki target agar dwelling time bisa 4,7 hari. Sebab, kala itu dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok masih berada pada level lima hingga tujuh hari.
"Perlu saya sampaikan, target dwelling time yang diminta Presiden itu 4,7 pertama kali. Karena waktu itu masih 5-7 hari. Sekarang dwelling time sudah 3,6-3,5 hari," katanya di Kantor Pusat Pelindo II, Jakarta, Jumat (18/3/2016).
Saat ini, sambung mantan Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu ini, Presiden Jokowi meminta agar dwelling time bisa mencapai tiga hingga dua hari agar Indonesia bisa bersaing dengan negara lain di lingkungan ASEAN. Kendati hal tersebut merupakan pekerjaan yang besar, namun pihaknya optimis dapat mencapai target yang dicanangkan tersebut.
"Kita usahakan dulu (dwelling time dua hari). Namanya prajurit ya kita usahakan dulu. Regulasi kita perbaiki, infrastruktur kita perbaiki. Bisa. Caranya semua kementerian dan lembaga (K/L) brkumpul bersama mencari solusi terbaik," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :