OJK Gandeng Australia Perluas Kerja Sama Sektor Keuangan

Sabtu, 19 Maret 2016 - 13:17 WIB
OJK Gandeng Australia...
OJK Gandeng Australia Perluas Kerja Sama Sektor Keuangan
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas kerja sama sektor keuangan dengan menggandeng Australian Centre for Financial Studies-Monash University (ACFS) dan Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia.

Kerja sama dengan dua institusi itu dilakukan untuk peningkatan kapasitas kemampuan pegawai OJK dan industri jasa keuangan Indonesia serta untuk meningkatkan kemudahan lembaga keuangan Indonesia membuka kantor di Victoria.

Ketua Dewan Komisioner Muliaman D Hadad mengatakan, Lebih lanjut kerja sama OJK dan ACFS ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan keahlian OJK dalam menjalankan kewenangan terkait pengawasan dan pengaturan industri jasa keuangan, serta peningkatan kapasitas dalam pelaksanaan riset dan pertukaran informasi antar kedua lembaga.

"Apalagi kerja sama ini juga membuka kesempatan untuk peningkatan kapasitas calon pemimpin industri jasa keuangan nasional," kata Muliaman di Jakarta, Sabtu (19/3/2016).

Dalam rangkaian kegiatannya di Australia, Muliaman D Hadad juga mendapat kesempatan berbicara di forum Australian Indonesia Business Council (AIBC) pada Kamis kemarin yang dihadiri seratus pebisnis di Australia. Dia menyampaikan materi mengenai optimisme prospek sektor jasa keuangan Indonesia ke depan.

Dalam kesempatan itu juga hadir Menteri Perdagangan Indonesia Thomas Lembong, Menteri Perdagangan Australia Andrew Robb dan Dubes RI di Australia Nadjib Riphat Kesoema.

Sementara, penandatanganan nota kesepahaman antara OJK dan Pemerintah Negara Bagian Victoria dilakukan oleh Kepala OJK Institute Toto Zurianto dan Secretary Department of Economic Development, Jobs, Transport and Resources, Richard Bolt serta disaksikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dan Premier Victoria Daniel Andrews.

Kedua institusi sepakat bekerja sama untuk meningkatkan kapasitas pada pengembangan pemerataan keuangan (rural finance), teknologi keuangan (financial technology), komunikasi dan hubungan internasional melalui kegiatan pembelajaran bersama, serta program pemagangan.

"Adapun area kerja sama meliputi studi pertukaran keahlian, peningkatan kapasitas, dukungan teknis, pertukaran informasi, dan pemberian beasiswa," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 jam yang lalu
Infografis
6 Taman di Jakarta Buka...
6 Taman di Jakarta Buka 24 Jam, Dapat Ciptakan Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved