Perindo Dorong Masyarakat Menengah ke Bawah Tumbuh Lebih Cepat

Rabu, 23 Maret 2016 - 22:45 WIB
Perindo Dorong Masyarakat...
Perindo Dorong Masyarakat Menengah ke Bawah Tumbuh Lebih Cepat
A A A
TARAKAN - Kesenjangan sosial menjadi penghambat kemajuan Indonesia. Strategi pembangunan harus diubah. Masyarakat menengah ke bawah harus tumbuh lebih cepat daripada masyarakat menengah ke atas, yang pada akhirnya perekonomian Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) saat melantik pengurus 50 DPC Partai Perindo Kalimantan Utara (Kaltara) di Tarakan, Rabu (23/3/2016). “Banyak negara yang melewati masalah kesenjangan sosial, mereka berhasil. Negara yang tidak memperhatikan distribusi pertumbuhan ekonomi, cenderung berjalan di tempat,” ujarnya.

Dia mencontohkan China yang 25 tahun lalu masih berada di bawah Indonesia. Pemerintah China memberikan perhatian khusus kepada masyarakat menengah ke bawah, berupa akses modal murah dan mudah, perlatihan keterampilan serta proteksi dari pasar bebas. “Tujuannya adalah supaya mereka naik kelas. Sehingga ekonomi China tumbuh setiap tahun. Bahkan dalam 30 tahun rata-rata pertumbuhannya 9%,” katanya.

Sebaliknya, India yang menerapkan ekonomi bebas seperti halnya Indonesia, tidak bisa tumbuh dengan baik. Pertumbuhan ekonomi terfokus pada masyarakat menengah ke atas, sehingga masyarakat menengah ke bawah ketinggalan. “Kita lihat sampai hari ini kesejahteraan India di atas Indonesia,” ungkapnya.

Tingkat kesejahteraan atau kemajuan suatu bangsa, kata HT, diukur dari kesejahteraan per orang, bukan totalnya. Jadi kalau prediksi yang menyebutkan perekonomian Indonesia masuk tujuh besar dunia pada 2030 tercapai, tak menjamin rakyat Indonesia sejahtera. “Kalau kita menjadi ekonomi tujuh besar dunia, bukan ukuran kesejahteraan atau kemajuan dari bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, konsep membangun Indonesia ke depan adalah membangun masyarakat yang ketinggalan. “Kalau Indonesia selama ini fokusnya pada proyek-proyek besar tanpa memberikan perhatian khusus kepada kelompok ekonomi lemah, sehingga mereka tidak bisa menjadi bagian yang memberikan kontribusi postif dalam membangun ekonomi nasional,” bebernya.

Hal itulah yang diperjuangkan Partai Perindo. Kelompok masyarakat yang ketinggalan perlu diberikan perhatian dan perlakuan khusus agar tumbuh lebih cepat dan bisa naik kelas. “Sehingga bisa mendorong ekonomi kita lebih maju. Saya yakin seyakin-yakinnya, Indonesia tumbuhnya bisa lebih cepat. Dan, pada saat bersamaan kesenjangan sosial akan lebih kecil,” terang HT.

Pria kelahiran Surabaya ini menuturkan, Partai Perindo memfokuskan programnya untuk membangun UMKM, nelayan, petani dan masyarakat ekonomi lemah lainnya. “Kita ingin membangun Indonesia dalam arti sesungguhnya supaya Indonesia betul-betul maju,” tegasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Elektabilitas Partai...
Elektabilitas Partai Perindo Meroket Hingga tembus3,3%
Presiden Jokowi: Parpol...
Presiden Jokowi: Parpol Harus Hati-hati Pilih Capres dan Cawapres
Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo...
Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo Buka Mukernas Perindo 2024
Partai Perindo: Mars...
Partai Perindo: Mars Partai Perindo dengan QR Code
Gerkindo Partai Perindo...
Gerkindo Partai Perindo Salurkan Bantuan Beras bagi Korban Bencana di NTT
Bermodal Kursi di Legislatif,...
Bermodal Kursi di Legislatif, Perindo KBB Optimistis Lolos Verifikasi KPU
Berita Terkini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
1 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
2 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
3 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
4 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
4 jam yang lalu
Infografis
Masyarakat Suka Berhutang,...
Masyarakat Suka Berhutang, Paylater Tumbuh Subur di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved