Pengusaha SPBU Siap Harga BBM Premium Turun April
Jum'at, 25 Maret 2016 - 10:42 WIB
Pengusaha SPBU Siap Harga BBM Premium Turun April
A
A
A
JAKARTA - Pengusaha SPBU yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) sudah siap jika harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium turun April tahun ini.
Ketua II DPP Hiswana Migas M Ismeth mengatakan, pihaknya sebagai pengusaha sudah terbiasa dengan penyesuaian harga BBM, sehingga tidak berpengaruh signifikan.
(Baca: Pertamina Beri Sinyal Harga BBM Turun Lagi)
"Siap, pengusaha sudah biasa dengan penyesuaian harga. Ya, kalau kita kan sebagai retailer kalau harga naik atau turun kita ikuti," ujarnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Jumat (25/3/2016).
Pihaknya tidak ada yang khusus dilakukan demi menyesuaikan harga baru premium. "Kalau harganya ada barangnya enggak ada, itu yang repot tapi distribusi premium lancar. Persiapan kita normal-normal saja enggak ada persiapan khusus," kata dia.
Ismeth tidak khawatir dengan masyarakat yang akan menahan melakukan pembelian premium sebelum harganya benar-benar turun. "Sampai berlaku harga turun, kalau masyarakat biasanya tahan pembelian secukupnya, kalau sudah turun baru beli normal lagi. Bebas itu masyarakat mau beli sebelum turun atau enggak," pungkasnya.
Baca Juga:
Penurunan Harga BBM Tak Terlalu Besar, Ini Alasan Menteri ESDM
Menteri ESDM Pastikan Harga BBM Turun Tak Sampai Rp1.000
Pengusaha SPBU Akui Hitungan Harga BBM Beda dari Pemerintah
Ketua II DPP Hiswana Migas M Ismeth mengatakan, pihaknya sebagai pengusaha sudah terbiasa dengan penyesuaian harga BBM, sehingga tidak berpengaruh signifikan.
(Baca: Pertamina Beri Sinyal Harga BBM Turun Lagi)
"Siap, pengusaha sudah biasa dengan penyesuaian harga. Ya, kalau kita kan sebagai retailer kalau harga naik atau turun kita ikuti," ujarnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Jumat (25/3/2016).
Pihaknya tidak ada yang khusus dilakukan demi menyesuaikan harga baru premium. "Kalau harganya ada barangnya enggak ada, itu yang repot tapi distribusi premium lancar. Persiapan kita normal-normal saja enggak ada persiapan khusus," kata dia.
Ismeth tidak khawatir dengan masyarakat yang akan menahan melakukan pembelian premium sebelum harganya benar-benar turun. "Sampai berlaku harga turun, kalau masyarakat biasanya tahan pembelian secukupnya, kalau sudah turun baru beli normal lagi. Bebas itu masyarakat mau beli sebelum turun atau enggak," pungkasnya.
Baca Juga:
Penurunan Harga BBM Tak Terlalu Besar, Ini Alasan Menteri ESDM
Menteri ESDM Pastikan Harga BBM Turun Tak Sampai Rp1.000
Pengusaha SPBU Akui Hitungan Harga BBM Beda dari Pemerintah
(izz)
Lihat Juga :