Kemenperin Gandeng Pemda Tumbuhkan IKM Luar Jawa

Senin, 28 Maret 2016 - 04:44 WIB
Kemenperin Gandeng Pemda...
Kemenperin Gandeng Pemda Tumbuhkan IKM Luar Jawa
A A A
BANDA ACEH - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong penyebaran dan pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) dapat merata di seluruh wilayah Indonesia, khususnya luar Pulau Jawa. Untuk itu, diperlukan peran pemerintah daerah meningkatkan sinergitas dengan pemerintah pusat dalam penyusunan program pemberdayaan IKM nasional.

Sampai saat ini, IKM telah berkontribusi sebesar 34,82% terhadap pertumbuhan industri pengolahan non-migas secara keseluruhan. Angka itu dapat tercapai karena dukungan lebih kurang 3,6 juta unit usaha, yang merupakan 90% dari total unit usaha industri nasional.

"IKM di luar Jawa memiliki keunggulan potensi sumber bahan baku dan kreativitas berbasis budaya. Untuk itu, sinergi antara pemerintah daerah dan Kemenperin sangat penting guna memacu pertumbuhan IKM, maka komunikasi dan dialog dua arah sangat berarti bagi pengembangan ke depan," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin di Banda Aceh, Minggu (27/3/2016).

Menperin berada di ibukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) itu untuk meresmikan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Penyusunan Program Penumbuhan dan Pengembangan IKM 2017. Rakor yang digelar oleh Direktorat Jenderal IKM ini diikuti perwakilan Dinas Perindustrian dari 34 provinsi.

Lebih lanjut, Menteri Saleh meminta para peserta rakor dapat memberikan masukan yang positif dalam menyusun program pemberdayaan IKM agar lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Penyusunan program itu, tegasnya, sekaligus menentukan strategi dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah berlaku sejak awal 2016. Di era saat ini, perekonomian nasional sudah langsung bersaing dengan para pelaku pasar di kawasan ASEAN. "Bahkan, produk dan jasa termasuk investasi negara-negara anggota telah bebas memasuki pasar di kawasan ASEAN," ujarnya.

Secara umum, untuk peningkatan investasi dan daya saing industri nasional, Kemenperin telah mengambil langkah-langkah strategis berupa penguatan struktur industri nasional dengan melengkapi struktur industri yang masih kosong serta menyiapkan strategi ofensif dan defensif dalam akses pasar.

“Khusus IKM, kami telah melakukan penguatan sektor ini dengan strategi ofensif dan defensif melalui beberapa program pelaksanaan,” ujar Dirjen IKM Kemenperin, Euis Saedah. Program itu antara lain Penumbuhan Wirausaha Baru, Pengembangan IKM melalui Pengembangan Produk IKM serta Peningkatan Kemampuan Sentra dan Unit Pelayanan Teknis (UPT), Pemberian Bantuan Mesin dan Peralatan Produksi.

Selain itu, ada program Perluasan Akses Pasar melalui Promosi dan Pameran, Fasilitasi Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual, Fasilitasi Sertifikasi Mutu Produk dan Kemasan; serta Fasilitasi Pembiayaan melalui Skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah berharap berbagai program tersebut dapat didukung secara sinergis oleh seluruh pemangku kepentingan.

Kontribusi IKM

Kemenperin juga mencatat, IKM memiliki peranan strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. “Unit-unit usaha IKM telah mampu menyerap tenaga kerja sebesar 8,7 juta orang, yang tentunya berdampak pada meningkatnya ekonomi nasional serta mengurangi kemiskinan,” papar Menperin.

Pengembangan industri kecil dan menengah, imbuhnya, sejalan dengan visi Pemerintah dalam Rencana Pembangunan Nasional Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019, yaitu terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong.

Selanjutnya, guna lebih meningkatkan peranannya, penumbuhan dan pengembangan IKM diarahkan untuk memiliki tujuan jangka menengah. Tujuan tersebut, diantaranya mewujudkan IKM yang berdaya saing, berperan signifikan dalam penguatan struktur industri nasional, pengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja, serta menghasilkan barang dan/atau jasa Industri untuk keperluan ekspor.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Kemenperin Buka 971...
Kemenperin Buka 971 Formasi CPNS, Dari Tenaga Teknis hingga Kesehatan
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
KPK Bekali Pemahaman...
KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Buka 3 Posko Bantu Korban Penipuan Investasi
10 menit yang lalu
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
23 menit yang lalu
Program Tabungan Dahsyat...
Program Tabungan Dahsyat Arisan MNC Bank Perkuat Loyalitas Nasabah
36 menit yang lalu
Musim Liburan Sekolah,...
Musim Liburan Sekolah, 418.000 Pemudik Nikmati Diskon Penyeberangan ASDP
53 menit yang lalu
PNM Mekaar Salurkan...
PNM Mekaar Salurkan Pembiayaan 23,3 Juta Nasabah Prasejahtera
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Hadirkan...
MNC Sekuritas Hadirkan Menu Tools dengan Fitur Screener, Stock Alert, dan Comparison di MotionTrade Lite
1 jam yang lalu
Infografis
PBB Tolak Usulan Trump...
PBB Tolak Usulan Trump Relokasi Warga Palestina ke Luar Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved