IHSG Awal Pekan Diprediksi Kembali Tertekan
Senin, 28 Maret 2016 - 08:41 WIB
IHSG Awal Pekan Diprediksi Kembali Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diprediksi akan bergerak mixed untuk kembali tertekan dengan range pergerakan 4.760-4.865. Analis Reliance Securities Lanjar Nafi menjelaskan IHSG diperkirakan dengan menggunakan analisa teknikal masih cukup negatif dengan dihantui pergerakan bearish menguji support MA25 dan lower bollinger bands.
Dia menambahkan sentimen selanjutnya akan datang dari data Gross Domestic Product (GDP) AS akhir pekan dan awal pekan depan akan ada data pendapatan dan kemampuan konsumen di AS. "Indikator stochastick dan RSI pun masih berpeluang bergerak bearish," ujarnya di Jakarta, Senin (28/3/2016).
Sementara sebelumnya menyambut hari libur nasional akhir pekan, IHSG ditutup kembali tergelincir -27,09 poin sebesar -0,56% di level 4.827,09 dengan volume yang moderate. Pelemahan cenderung dipengaruhi oleh faktor eksternal melihat minimnya sentimen dalam negeri hingga akhir bulan Maret ini.
Lanjut dia, hanya sektor infrastruktur yang mengalami penguatan dimana saham Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) rebound pasca aksi jual yang terjadi pada perdagangan. "Investor asing melakukan aksi jual dan mencatatkan net sell sebesar Rp124,08 miliar sehingga total capital inflow pada pekan ini sebesar Rp306,83 miliar," pungkasnya.
Prediksi serupa juga disampaikan Analis First Asia Capital David Sutyanto yang memperkirakan laju IHSG pada perdagangan awal pekan ini akan bergerak bervariasi berpeluang koreksi lanjutan menyusul minimnya insentif positif di pasar. "IHSG diperkirakan akan bergerak di level support 4.780 dan resisten di level 4.850," jelas David.
Menurutnya perdagangan saham akhir pekan lalu sebelum libur panjang Paskah ditandai dengan aksi jual pemodal dengan tipisnya volume dan nilai transaksi.
IHSG bergerak di teritori negatif dalam rentang 32 poin tutup koreksi 27,089 poin (0,6%) di 4.827,087. Volume dan nilai transaksi di Pasar Reguler masing-masing 3,46 miliar saham dan Rp3,72 triliun.
Angka ini turun dibandingkan rata-rata harian sepekan sebelumnya yang mencapai 3,77 miliar saham dan Rp4,14 triliun. Koreksi IHSG ini sejalan dengan koreksi yang terjadi di bursa kawasan Asia menyusul penguatan dolar Amerika Serikat (USD) dan koreksi di sejumlah harga komoditas energi dan tambang.
"Saham sektoral yang bergerak di tambang, perkebunan dan bank menjadi pendorong koreksi IHSG. Nilai tukar rupiah yang kembali melemah 0,63% di Rp13250/USD turut memicu koreksi pasar," tutupnya.
Dia menambahkan sentimen selanjutnya akan datang dari data Gross Domestic Product (GDP) AS akhir pekan dan awal pekan depan akan ada data pendapatan dan kemampuan konsumen di AS. "Indikator stochastick dan RSI pun masih berpeluang bergerak bearish," ujarnya di Jakarta, Senin (28/3/2016).
Sementara sebelumnya menyambut hari libur nasional akhir pekan, IHSG ditutup kembali tergelincir -27,09 poin sebesar -0,56% di level 4.827,09 dengan volume yang moderate. Pelemahan cenderung dipengaruhi oleh faktor eksternal melihat minimnya sentimen dalam negeri hingga akhir bulan Maret ini.
Lanjut dia, hanya sektor infrastruktur yang mengalami penguatan dimana saham Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) rebound pasca aksi jual yang terjadi pada perdagangan. "Investor asing melakukan aksi jual dan mencatatkan net sell sebesar Rp124,08 miliar sehingga total capital inflow pada pekan ini sebesar Rp306,83 miliar," pungkasnya.
Prediksi serupa juga disampaikan Analis First Asia Capital David Sutyanto yang memperkirakan laju IHSG pada perdagangan awal pekan ini akan bergerak bervariasi berpeluang koreksi lanjutan menyusul minimnya insentif positif di pasar. "IHSG diperkirakan akan bergerak di level support 4.780 dan resisten di level 4.850," jelas David.
Menurutnya perdagangan saham akhir pekan lalu sebelum libur panjang Paskah ditandai dengan aksi jual pemodal dengan tipisnya volume dan nilai transaksi.
IHSG bergerak di teritori negatif dalam rentang 32 poin tutup koreksi 27,089 poin (0,6%) di 4.827,087. Volume dan nilai transaksi di Pasar Reguler masing-masing 3,46 miliar saham dan Rp3,72 triliun.
Angka ini turun dibandingkan rata-rata harian sepekan sebelumnya yang mencapai 3,77 miliar saham dan Rp4,14 triliun. Koreksi IHSG ini sejalan dengan koreksi yang terjadi di bursa kawasan Asia menyusul penguatan dolar Amerika Serikat (USD) dan koreksi di sejumlah harga komoditas energi dan tambang.
"Saham sektoral yang bergerak di tambang, perkebunan dan bank menjadi pendorong koreksi IHSG. Nilai tukar rupiah yang kembali melemah 0,63% di Rp13250/USD turut memicu koreksi pasar," tutupnya.
(akr)
Lihat Juga :