Wall Street Berakhir Lesu Jelang Data Ekonomi AS

Jum'at, 01 April 2016 - 09:19 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Lesu Jelang Data Ekonomi AS
A A A
NEW YORK - Indeks saham Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat berakhir melemah setelah kemarin sempat melonjak naik terimbas membaiknya saham keuangan. Kecemasan tentang kondisi ekonomi global serta laporan terbaru pekerjaan di Negeri Paman Sam -julukan Amerika Serikat- itu menjadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan beberapa saham.

Dilansir Reuters, Jumat (1/4/2016) perdagangan tercatat lesu saat Indeks Dow Jones Industrial Average masih tertekan dalam tiga hari terakhir. Data pengangguran AS diklai meningkat, meski masih di bawah 300.000 untuk menunjukkan pasar tenaga kerja AS tetap sehat.

Tercatat Indeks Dow Jones kemarin berakhir dengan penurunan 0,18% ke 17,685.09 sedangkan indeks S & P 500 kehilangan 0,2% menjadi 2.059,74 dan komposit Nasdaq juga tergelincir 0,01% ke level 4,869.85. Pekan ini pasar saham mendapatkan kejutan dovish mengarah kepada kebijakan Gubernur The Fed, Janet Yellen untuk membuat investor terus berharap seberapa besar dan cepat terkait kenaikan suku bunga acuan (Fed rate).

Sepanjang tahun 2016, Dow telah memperoleh tambahan 1,5% dan Nasdaq turun 2,7%. Tercatat kemarin sembilan dari 10 besar sektor indek S & P mengalami penurunan dengan sektor yang mengalami pelemahan terdalam yakni SPLRCM turun 0,88%.

Data non-farm payrolls AS diyakini akan jadi perhatian investor untuk dapat membaca lebih jelas pada ekonomi. Sementara AS payrolls yang diperkirakan menunjukkan peningkatan yang sehat dari 205.000, setiap kekuatan lebih lanjut mungkin menghidupkan kembali risiko kenaikan suku bunga AS yang akan membebani ekuitas.

"Data pekerjaan diyakini akan terlihat lebih positif hari ini, sehingga Anda akan mendapatkan asupan kecil di sana," jelas Kepela Ladenburg Thalmann Asset Management di New York, Phil Blancato.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
9 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
9 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
10 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
10 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
10 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
11 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved