Asia Mayoritas Menguat, IHSG Dibuka Melemah Tipis
Senin, 04 April 2016 - 09:13 WIB
Asia Mayoritas Menguat, IHSG Dibuka Melemah Tipis
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini dibuka tidak kuat menembus jalur hijau. IHSG berkurang 2,15 poin atau 0,04% ke level 4.841,04 di tengah mayoritas menguatnya bursa saham Asia.
Sementara, IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup melemah 2,19 poin atau 0,05% ke level 4.843,19 di tengah mayoritas melemahnya bursa saham Asia.
Seperti dikutip dari Reuters, bursa saham Asia mayoritas menguat setelah data payroll AS yang solid didukung sentimen risiko investor sementara komentar dovish dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1% dan Indeks Jepang Nikkep N225 juga naik 0,1%.
Berdasar CNBC, Indeks Australia ASX 200 naik 0,25% dan Indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,05%. Data nonfarm payroll AS bertambah 215.000 pekerja pada Maret tahun ini, mengalahkan ekspektasi sebelumnya yang sebesar 205.000.
Sektor saham di dalam negeri hari ini variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor aneka industri yang naik 0,48%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor konsumer yang melemah 0,44%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp19 miliar dengan 5 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp3 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp11,98 miliar dan aksi beli Rp14,98 miliar. Tercatat 20 saham menguat, 10 saham melemah dan 15 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Uniliver Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp175 menjadi Rp43.350, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp150 menjadi Rp19.900, dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) naik Rp150 menjadi Rp7.600.
Sementara, saham-saham yang menurun di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp1.500 menjadi Rp97.500, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp175 menjadi Rp18.000, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp150 menjadi Rp18.000.
Sementara, IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup melemah 2,19 poin atau 0,05% ke level 4.843,19 di tengah mayoritas melemahnya bursa saham Asia.
Seperti dikutip dari Reuters, bursa saham Asia mayoritas menguat setelah data payroll AS yang solid didukung sentimen risiko investor sementara komentar dovish dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1% dan Indeks Jepang Nikkep N225 juga naik 0,1%.
Berdasar CNBC, Indeks Australia ASX 200 naik 0,25% dan Indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,05%. Data nonfarm payroll AS bertambah 215.000 pekerja pada Maret tahun ini, mengalahkan ekspektasi sebelumnya yang sebesar 205.000.
Sektor saham di dalam negeri hari ini variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor aneka industri yang naik 0,48%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor konsumer yang melemah 0,44%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp19 miliar dengan 5 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp3 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp11,98 miliar dan aksi beli Rp14,98 miliar. Tercatat 20 saham menguat, 10 saham melemah dan 15 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Uniliver Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp175 menjadi Rp43.350, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp150 menjadi Rp19.900, dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) naik Rp150 menjadi Rp7.600.
Sementara, saham-saham yang menurun di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp1.500 menjadi Rp97.500, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp175 menjadi Rp18.000, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp150 menjadi Rp18.000.
(izz)
Lihat Juga :