Asia Variatif, IHSG Ditutup Menguat Tipis
Senin, 04 April 2016 - 16:37 WIB
Asia Variatif, IHSG Ditutup Menguat Tipis
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini berhasil ditutup di zona hijau, meski pada awal pembukaan berada di jalur negatif. IHSG naik 6,99 poin atau 0,14% ke level 4.850,18 di tengah variatifanya bursa saham Asia.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air berkurang 2,15 poin atau 0,04% ke level 4.841,04 dan pada sesi I IHSG menguat 5,96 poin atau 0,12% ke level 4.849,15. Sementara, pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup melemah 2,19 poin atau 0,05% ke level 4.843,19.
Seperti dilansir dari CNBC hari ini, pasar Asia pada perdagangan hari ini berakhir variatif (mixed), tidak banyak mendapatkan dorongan dari data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan pekan lalu.
Indeks Jepang Nikkei N225 pada awal pekan ini berakhir turun 40,89 poin atau 0,25% di level 16.123,27. Indeks Korea Selatan, Kospi ditutup naik 5,4 poin atau 0,27% ke level 1.978,97.
Indeks Australia ASX 200 ditutup hampir mendatar di level 4.995,30 dengan sub indeks keuangan sebagian besar ditutup naik 0,19%.
Sektor saham di dalam negeri hari ini mayoritas berada di jalur positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor pertambangan yang naik 1,60% dan sektor yang melemah terdalam adalah perkebunan yang anjlok 2,86%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,50 triliun dengan 4,59 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp269,71 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,60 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,87 triliun. Tercatat 140 saham menguat, 167 saham melemah dan 108 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp700 menjadi Rp65,900, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp525 menjadi Rp32.000, dan PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) naik Rp250 menjadi Rp8.250.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) turun Rp500 menjadi Rp319.500, PT Tempo Scan Pasific Tbk (TSPC) turun Rp100 menjadi Rp1.970, dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) turun Rp60 menjadi Rp1.540.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air berkurang 2,15 poin atau 0,04% ke level 4.841,04 dan pada sesi I IHSG menguat 5,96 poin atau 0,12% ke level 4.849,15. Sementara, pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup melemah 2,19 poin atau 0,05% ke level 4.843,19.
Seperti dilansir dari CNBC hari ini, pasar Asia pada perdagangan hari ini berakhir variatif (mixed), tidak banyak mendapatkan dorongan dari data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan pekan lalu.
Indeks Jepang Nikkei N225 pada awal pekan ini berakhir turun 40,89 poin atau 0,25% di level 16.123,27. Indeks Korea Selatan, Kospi ditutup naik 5,4 poin atau 0,27% ke level 1.978,97.
Indeks Australia ASX 200 ditutup hampir mendatar di level 4.995,30 dengan sub indeks keuangan sebagian besar ditutup naik 0,19%.
Sektor saham di dalam negeri hari ini mayoritas berada di jalur positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor pertambangan yang naik 1,60% dan sektor yang melemah terdalam adalah perkebunan yang anjlok 2,86%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,50 triliun dengan 4,59 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp269,71 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,60 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,87 triliun. Tercatat 140 saham menguat, 167 saham melemah dan 108 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp700 menjadi Rp65,900, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp525 menjadi Rp32.000, dan PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) naik Rp250 menjadi Rp8.250.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) turun Rp500 menjadi Rp319.500, PT Tempo Scan Pasific Tbk (TSPC) turun Rp100 menjadi Rp1.970, dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) turun Rp60 menjadi Rp1.540.
(izz)
Lihat Juga :