Menko Darmin Dorong Ekspor Produk Kehutanan ke Jerman

Senin, 04 April 2016 - 19:28 WIB
Menko Darmin Dorong...
Menko Darmin Dorong Ekspor Produk Kehutanan ke Jerman
A A A
JAKARTA - Kementerian koordinator (Kemenko) Perekonomian terus mendorong ekspor produk kehutanan ke Jerman saat Menteri Koordinator (Menko) Darmin Nasution menerima kunjungan pihak perwakilan Jerman hari ini. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional, Rizal Affandi Lukman menjelaskan akan fokus terhadap sertifikat produk kehutanan yang bakal diekspor ke Jerman.

"Jadi pertemuan antara Pak Menteri dengan pihak Jerman itu menggarisbawahi soal pangan dan tadi konsen kedua belah pihak adalah untuk meningkatkan kerja sama. Mereka konsen terhadap sertifikasi produk-produk hutan yang diekspor oleh Indonesia," jelasnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (4/4/2016).

Dia menambahkan Indonesia sudah meneken dan meratifikasi sebuah perjanjian license voluntary terhadap produk-produk hasil hutan dan mestinya diberlakukan tahun ini. "Sekarang kita sudah lebih siap, sebanyak 98% produk ekspor kita sudah bersetifikasi yang disebut dengan Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK) untuk kelulusan darimana pohon, dan seterusnya," kata dia.

Lanjut dia saat ini, 95% eksportir yang terdaftar sudah bersertifikat dan diharapkan aturan SVLK diharapkan dapat segera berlaku tahun ini. "Ekspor kita kesana tidak ada halangan karena kenyataannya sudah 98% bersertifikat. Jadi ini kemajuan untuk menyertakan semua produk ekspor, termasuk untuk Industri Kecil Menengah (IKM), karena mereka sudah mampu sekarang," sambungnya.

Selain itu, Kemenko juga dijelaskan bakal membantu investasi dalam bahan baku obat-obatan. "Revisi DNI kita 100 persen boleh asing, jadi ini peluang buat kita memperkuat industri obat-obatan kita, supaya harga obat turun," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Propan Raya Gandeng...
Propan Raya Gandeng UPT Kayu Gelar Pelatihan untuk Hasilkan Mebel Berkualitas
Industri Kayu Gergajian...
Industri Kayu Gergajian dan Olahan Bidik Pasar Jepang dan China
Kebutuhan Minyak Kayu...
Kebutuhan Minyak Kayu Putih Capai 1.500 Ton, Ini Langkah Perhutani
KLHK akan Lakukan Pendampingan...
KLHK akan Lakukan Pendampingan Perusahaan Pelayaran untuk Cegah Illegal Logging
Truk Beserta Muatan...
Truk Beserta Muatan 134 Batang Kayu Meranti Ilegal Disita Polda Kalbar
8 Manfaat Kayu Manis...
8 Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan, Cegah Penyakit Jantung Jika Dikonsumsi 8 Minggu
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved