USD Kalah Lawan Yen, Rupiah Berakhir Makin Terpuruk
Selasa, 05 April 2016 - 17:17 WIB
USD Kalah Lawan Yen, Rupiah Berakhir Makin Terpuruk
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini berakhir semakin tidak berdaya hingga menembus level Rp13.200/USD. Pelemahan rupiah ini terjadi pada saat USD jatuh terhadap mata uang jepang, yen.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir pada level Rp13.230/USD dengan kisaran harian Rp13.143-Rp13.235/USD. Posisi tersebut melemah 45 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.185/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hari ini berakhir pada level Rp13.221/USD. Posisi itu tercatat melemah atau turun 31 poin jika dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.190/USD.
Sementara berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada pada posisi Rp13.232/USD. Posisi ini terlihat menyusut sebesar 54 poin dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.178/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.217/USD. Posisi ini tercatat makin melemah dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.145/USD.
Dilansir Reuters hari ini, USD jatuh terlemah terhadap yen sejak Oktober 2014, adanya pandangan investor terhadap aset berisiko memburuk, mendorong saham dan harga minyak yang lebih rendah karena prospek suku bunga AS.
Mata uang Jepang, sering dicari pada saat terjadi gejolak pasar atau ketidakpastian ekonomi, dan jatuh ke level 110,30/USD pada perdagangan Asia. Saham Eropa juga jatuh dalam transaksi awal.
USD terhadap yen turun hingga 0,8% dan terakhir di perdagangan pada level 110,40. Meski demikian, euro terhadap USD masih tercatat jatuh hingga ke level 1,1364.
"Jelas sentimen risiko tidak baik dan harga minyak yang turun pekan ini mendorong USD lebih rendah terhadap yen," kata Yujiro Goto, ahli strategi mata uang di Nomura di London.
Di sisi lain, dolar Australia terhadap USD masih terlihat jatuh 0,5% menjadi 0,7563, setelah Reserve Bank of Australia tidak merubah suku bunga, seperti yang diharapkan.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir pada level Rp13.230/USD dengan kisaran harian Rp13.143-Rp13.235/USD. Posisi tersebut melemah 45 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.185/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hari ini berakhir pada level Rp13.221/USD. Posisi itu tercatat melemah atau turun 31 poin jika dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.190/USD.
Sementara berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada pada posisi Rp13.232/USD. Posisi ini terlihat menyusut sebesar 54 poin dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.178/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.217/USD. Posisi ini tercatat makin melemah dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.145/USD.
Dilansir Reuters hari ini, USD jatuh terlemah terhadap yen sejak Oktober 2014, adanya pandangan investor terhadap aset berisiko memburuk, mendorong saham dan harga minyak yang lebih rendah karena prospek suku bunga AS.
Mata uang Jepang, sering dicari pada saat terjadi gejolak pasar atau ketidakpastian ekonomi, dan jatuh ke level 110,30/USD pada perdagangan Asia. Saham Eropa juga jatuh dalam transaksi awal.
USD terhadap yen turun hingga 0,8% dan terakhir di perdagangan pada level 110,40. Meski demikian, euro terhadap USD masih tercatat jatuh hingga ke level 1,1364.
"Jelas sentimen risiko tidak baik dan harga minyak yang turun pekan ini mendorong USD lebih rendah terhadap yen," kata Yujiro Goto, ahli strategi mata uang di Nomura di London.
Di sisi lain, dolar Australia terhadap USD masih terlihat jatuh 0,5% menjadi 0,7563, setelah Reserve Bank of Australia tidak merubah suku bunga, seperti yang diharapkan.
(izz)