IHSG Diperkirakan Bergerak Mixed Mencoba Menguat
Kamis, 07 April 2016 - 08:13 WIB
IHSG Diperkirakan Bergerak Mixed Mencoba Menguat
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih akan bergerak variatif (mixed) mencoba menguat dengan range pergerakan 4.840-4.910.
Menurutnya, jika dilihat dari pergerakan dengan analisa teknikal IHSG bergerak cukup terkonsolidasi pada area dekat upper bands dengan indikator stochastic yang mulai terlihat dead-cross dengan keadaan jenuh beli. "Momentum RSI yang bergerak flat seakan tertekan membuat peluang penguatan IHSG semakin mengecil," ujarnya di Jakarta, Kamis (7/6/2016).
Dia menjelaskan, sentimen selanjutnya masih dari ECB yang akan merilis hasil pertemuan mengenai kebijakan moneter. Investor pun memantau jumlah stok minyak dan hasil pidato Gubernur Federal Reserve (The Fed) Janet Yellen terkait kondisi kesehatan ekonomi di AMerika Serikat (AS).
Sementara, IHSG kemarin bergerak positif namun terbatas dengan hanya mampu ditutup naik 10,16 poin atau sebesar 0,21% di level 4.868,23 dengan volume yang sedang. Sektor komoditas kembali memimpin pergerakan sektoral seiring reboundnya harga komoditas termasuk minyak mentah.
Klaim kuwait pada kesepakatan produksi dapat dicapai tanpa Iran menjadi faktor pendorong rebound-nya harga minyak dunia. Data tingkat kepercayaan konsumen Indonesia sedikit lebih baik dari ekspetasi meskipun masih menurun dari periode sebelumnya.
"Mulai stabilnya nilai tukar mata uang emerging market kembali mampu menumbuhkan kepercayaan investor asing untuk melakukan aksi beli. Terlihat asing masih tercatat net buy sebesar Rp10,96 miliar," pungkas Lanjar.
Menurutnya, jika dilihat dari pergerakan dengan analisa teknikal IHSG bergerak cukup terkonsolidasi pada area dekat upper bands dengan indikator stochastic yang mulai terlihat dead-cross dengan keadaan jenuh beli. "Momentum RSI yang bergerak flat seakan tertekan membuat peluang penguatan IHSG semakin mengecil," ujarnya di Jakarta, Kamis (7/6/2016).
Dia menjelaskan, sentimen selanjutnya masih dari ECB yang akan merilis hasil pertemuan mengenai kebijakan moneter. Investor pun memantau jumlah stok minyak dan hasil pidato Gubernur Federal Reserve (The Fed) Janet Yellen terkait kondisi kesehatan ekonomi di AMerika Serikat (AS).
Sementara, IHSG kemarin bergerak positif namun terbatas dengan hanya mampu ditutup naik 10,16 poin atau sebesar 0,21% di level 4.868,23 dengan volume yang sedang. Sektor komoditas kembali memimpin pergerakan sektoral seiring reboundnya harga komoditas termasuk minyak mentah.
Klaim kuwait pada kesepakatan produksi dapat dicapai tanpa Iran menjadi faktor pendorong rebound-nya harga minyak dunia. Data tingkat kepercayaan konsumen Indonesia sedikit lebih baik dari ekspetasi meskipun masih menurun dari periode sebelumnya.
"Mulai stabilnya nilai tukar mata uang emerging market kembali mampu menumbuhkan kepercayaan investor asing untuk melakukan aksi beli. Terlihat asing masih tercatat net buy sebesar Rp10,96 miliar," pungkas Lanjar.
(izz)
Lihat Juga :