Rupiah Akhir Pekan Diproyeksi Lanjutkan Penguatan
Jum'at, 08 April 2016 - 08:46 WIB
Rupiah Akhir Pekan Diproyeksi Lanjutkan Penguatan
A
A
A
JAKARTA - Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada memprediksi laju rupiah pada akhir pekan ini akan melanjutkan penguatan setelah kemarin berhasil menguat.
Harapan akan tertahannya pelemahan laju rupiah dapat terwujudkan di mana rupiah cenderung mampu mengalami penguatan. Diharapkan kondisi tren ini dapat kembali terjadi untuk melanjutkan penguatannya," kata dia di Jakarta, Jumat (8/6/2016).
Dia memprediksi rupiah akan berada pada level support Rp13.240/USD serta resisten Rp13.143/USD. Meski demikian, perlu untuk tetap mencermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah.
Sementara, laju rupiah kemarin mampu berbalik menguat setelah merespon rilis Bank Indonesia (BI) terkait cadangan devisa (cadev) yang menunjukan adanya peningkatan. Di sisi lain, rilis menurunnya cadangan minyak AS membuat harga kontrak minyak mentah dunia dapat kembali mengalami kenaikan.
Tentu saja kondisi tersebut berimbas pada laju pasar saham dan komoditas global dapat kembali mengalami rebound. Selain itu, pelaku pasar juga melihat hasil Rapat FOMC di pekan ini yang bernada dovish turut membuat laju USD kembali melemah.
"Pelemahan laju USD ini juga diikuti oleh melemahnya yen akibat aksi ambil untung pasca penguatan signifikan yen. Kondisi tersebut tentu saja menguntungkan rupiah sehingga mampu kembali naik," kata Reza.
Harapan akan tertahannya pelemahan laju rupiah dapat terwujudkan di mana rupiah cenderung mampu mengalami penguatan. Diharapkan kondisi tren ini dapat kembali terjadi untuk melanjutkan penguatannya," kata dia di Jakarta, Jumat (8/6/2016).
Dia memprediksi rupiah akan berada pada level support Rp13.240/USD serta resisten Rp13.143/USD. Meski demikian, perlu untuk tetap mencermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah.
Sementara, laju rupiah kemarin mampu berbalik menguat setelah merespon rilis Bank Indonesia (BI) terkait cadangan devisa (cadev) yang menunjukan adanya peningkatan. Di sisi lain, rilis menurunnya cadangan minyak AS membuat harga kontrak minyak mentah dunia dapat kembali mengalami kenaikan.
Tentu saja kondisi tersebut berimbas pada laju pasar saham dan komoditas global dapat kembali mengalami rebound. Selain itu, pelaku pasar juga melihat hasil Rapat FOMC di pekan ini yang bernada dovish turut membuat laju USD kembali melemah.
"Pelemahan laju USD ini juga diikuti oleh melemahnya yen akibat aksi ambil untung pasca penguatan signifikan yen. Kondisi tersebut tentu saja menguntungkan rupiah sehingga mampu kembali naik," kata Reza.
(izz)