Rupiah Diramal Lanjutkan Penguatan di Kisaran Level Rp13.150/USD
Senin, 11 April 2016 - 08:24 WIB
Rupiah Diramal Lanjutkan Penguatan di Kisaran Level Rp13.150/USD
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah pada hari ini diperkirakan akan menjaga tren penguatan, ketika para pelaku pasar diyakini tidak akan mencari celah untuk melakukan aksi mencari untung. Sementara itu posisi rupiah akhir pekan kemarin tercatat semakin membaik di kisaran level Rp13.140/USD.
"Sehingga membuat rupiah mampu bertahan di tengah komoditas dunia yang masih bergerak fluktuatif," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (11/4/2016).
Dia memprediksi rupiah akan berada di level support Rp13.172/USD serta resisten Rp13.165/USD, meski begitu menurutnya tetap harus dicermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah.
Kembali melemahnya laju USD pada akhir pekan lalu seiring masih adanya imbas hasil FOMC yang mensinyalkan masih akan bersikap dovish memberikan kesempatan bagi mata uang lainnya, termasuk rupiah dapat menguat.
Lanjut dia, lagipula penguatan laju yen juga mulai berkurang sehingga turut memberikan kesempatan bagi rupiah untuk bertahan positif. Apalagi menurutnya dari dalam negeri juga masih terdapat imbas dari kenaikan cadangan devisa per akhir Maret 2016.
"Tercatat sebesar USD107,5 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2016 sebesar USD104,5 miliar," pungkasnya.
"Sehingga membuat rupiah mampu bertahan di tengah komoditas dunia yang masih bergerak fluktuatif," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (11/4/2016).
Dia memprediksi rupiah akan berada di level support Rp13.172/USD serta resisten Rp13.165/USD, meski begitu menurutnya tetap harus dicermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah.
Kembali melemahnya laju USD pada akhir pekan lalu seiring masih adanya imbas hasil FOMC yang mensinyalkan masih akan bersikap dovish memberikan kesempatan bagi mata uang lainnya, termasuk rupiah dapat menguat.
Lanjut dia, lagipula penguatan laju yen juga mulai berkurang sehingga turut memberikan kesempatan bagi rupiah untuk bertahan positif. Apalagi menurutnya dari dalam negeri juga masih terdapat imbas dari kenaikan cadangan devisa per akhir Maret 2016.
"Tercatat sebesar USD107,5 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2016 sebesar USD104,5 miliar," pungkasnya.
(akr)