Jika Dialihkan, Soekarno-Hatta Belum Siap Tampung Penerbangan Halim
Selasa, 12 April 2016 - 02:29 WIB
Jika Dialihkan, Soekarno-Hatta Belum Siap Tampung Penerbangan Halim
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II, Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya akan mengikuti arahan Kementerian Perhubungan selaku regulator penerbangan nasional. Namun, jika saat ini penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma dialihkan ke Soakerno-Hatta belum siap menampung.
Menurutnya, dari sisi darat maupun udara Bandara Soekarno-Hatta yang tengah melakukan pengembangan belum maksimal. "Makanya, kami juga tingkatkan dengan menambah runway ketiga. Dan itu butuh waktu, itu paling cepat satu tahun," ujarnya, Senin (11/4/2016).
Di sisi lain, lanjut dia, terkait safety, PT AP II saat ini sedang melakukan proses perbaikan runway di Bandara Halim. "Sejak 26 Maret 2016 kami sudah melakukan perbaikan. Lebih tepatnya sudah berjalan dua pekan dengan anggaran Rp20 miliar dan sudah kami laporkan kepada KASAU (Kepala Staf Angkatan Udara)," ungkapnya.
Baca: Pemanfaatan Bandara Halim Perdanakusuma Dievaluasi
Dia menyebutkan Bandara Halim masih untuk penerbangan sipil. Namun, apapun keputusan hasil kajian yang akan dilakukan kemenhub mengenai cocok tidaknya bandara halim sebagai penerbangan sipil, pihaknya akan mengikuti keputusan Kemenhub.
"Kalau melihat jumlah penerbangan yang ada, Bandara Halim memang masih dibutuhkan untuk masyarakat. Mengenai kesiapan safety, saya kira itu nanti tergantung hasil kajian yang akan dilakukan Kemenhub," katanya.
Seperti diketahui, kajian mengenai layak tidaknya Bandara Halim sebagai bandara untuk penerbangan sipil dilatarbelakangi insiden Pesawat Batik Air dan TransNusa pada 4 April 2016. Selain itu, bandara yang merupakan landasan udara milik TNI Angkatan Udara tersebut juga terkesan belum dikelola secara maksimal.
Menurutnya, dari sisi darat maupun udara Bandara Soekarno-Hatta yang tengah melakukan pengembangan belum maksimal. "Makanya, kami juga tingkatkan dengan menambah runway ketiga. Dan itu butuh waktu, itu paling cepat satu tahun," ujarnya, Senin (11/4/2016).
Di sisi lain, lanjut dia, terkait safety, PT AP II saat ini sedang melakukan proses perbaikan runway di Bandara Halim. "Sejak 26 Maret 2016 kami sudah melakukan perbaikan. Lebih tepatnya sudah berjalan dua pekan dengan anggaran Rp20 miliar dan sudah kami laporkan kepada KASAU (Kepala Staf Angkatan Udara)," ungkapnya.
Baca: Pemanfaatan Bandara Halim Perdanakusuma Dievaluasi
Dia menyebutkan Bandara Halim masih untuk penerbangan sipil. Namun, apapun keputusan hasil kajian yang akan dilakukan kemenhub mengenai cocok tidaknya bandara halim sebagai penerbangan sipil, pihaknya akan mengikuti keputusan Kemenhub.
"Kalau melihat jumlah penerbangan yang ada, Bandara Halim memang masih dibutuhkan untuk masyarakat. Mengenai kesiapan safety, saya kira itu nanti tergantung hasil kajian yang akan dilakukan Kemenhub," katanya.
Seperti diketahui, kajian mengenai layak tidaknya Bandara Halim sebagai bandara untuk penerbangan sipil dilatarbelakangi insiden Pesawat Batik Air dan TransNusa pada 4 April 2016. Selain itu, bandara yang merupakan landasan udara milik TNI Angkatan Udara tersebut juga terkesan belum dikelola secara maksimal.
(dmd)
Lihat Juga :