Rupiah Dibuka Menguat Terbatas, USD Lesu

Selasa, 12 April 2016 - 10:23 WIB
Rupiah Dibuka Menguat...
Rupiah Dibuka Menguat Terbatas, USD Lesu
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka menguat tipis dan masih berada pada kisaran level Rp13.120/USD untuk menjaga tren positif sejak kemarin. Penguatan rupiah hari ini di tengah masih lesunya USD terhadap beberapa mata uang utama.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.123/USD. Posisi ini tercatat lebih baik dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.134/USD.

Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance, pagi ini ada pada level Rp13.120/USD dengan kisaran harian Rp13.110-Rp13,125/USD atau menguat dari penutupan kemarin yang berada di posisi Rp13.125/USD.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah juga masih berada dalam tren positif atau ada di posisi Rp13.116/USD dengan kisaran Rp13.113-Rp13.144/USD. Posisi ini lebih baik dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.133/USD.

Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pagi ini berada di level Rp13.123/USD. Posisi ini lebih baik atau menguat tipis dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.128/USD.

Dilansir CNBC, Selasa (12/4/2016) USD tercatat masih bertahan setelah sempat terpuruk ke level terendah. Indeks USD tercatat merosot ke posisi terendah dalam delapan bulan di level 93.748 pada Oktober. Namun indeks USD telah berkurang 3% setelah komentar dovish terbaru Gubernur The Fed, Janet Yellen terkait kenaikan suku bunga acuan AS (Fed rate).

Pelemahan USD terhadap yen dan euro mendekati posisi puncah dan greenback merosot ke posisi terburuk dalam 17 bulan yakni 107.63 awal pekan kemarin. Depresiasi dolar hari telah mendorong harga komoditas dan minyak mentah dunia terangkat tinggi oleh harapan bahwa produsen minyak akan setuju untuk mengekang produksi pada pertemuan di Doha pekan depan.

Emas di pasar spot juga menyentuh posisi tertinggi dalam hampir tiga pekan, sementara perak dan alumunium naik lebih dari 2%. Sedangkan greenback hari ini melemah seiring dengan komoditas yang menjadi lebih murah. USD hari ini cenderung stabil pada posisi 107.93 terhadap yen, tidak berbeda jauh dari posisi akhir pekan kemarin yakni 107.63.

Indeks dolar berdiri di level 93.966, mendekati posisi paling lemah dalam delapan bulan di level 93.748. Mata uang AS telah mengalami tekanan cukup dalam setelah pernyataan Yellen terkait kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Sedangkan dolar Australia tercatat juga cenderung stabil pada level 0.7595.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
5 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
6 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
6 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
6 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
7 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
7 jam yang lalu
Infografis
Resmi Dibuka, Ini Formasi...
Resmi Dibuka, Ini Formasi Sekolah Kedinasan 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved