Pemerintah Butuh Rp23,3 T Bangun Cadangan Minyak Strategis

Selasa, 12 April 2016 - 17:29 WIB
Pemerintah Butuh Rp23,3...
Pemerintah Butuh Rp23,3 T Bangun Cadangan Minyak Strategis
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewajibkan untuk membangun cadangan minyak strategis untuk jangka waktu 30 hari. Namun, pemerintah akan memulainya dengan membangun cadangan untuk 15 hari dengan total dana yang dibutuhkan sebesar Rp23,3 triliun.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, Presiden Jokowi telah memberikan arahan kepadanya untuk segera membangun cadangan minyak strategis. Pasalnya, saat ini harga minyak sedang melorot sehingga dana yang digelontorkan akan jauh lebih minim.

"Tim kami di ESDM dan BPH Migas telah menghitung kira-kira apabila kita ingin membangun mulai dari 15 hari itu membutuhkan dana berapa," ujarnya saat Rapat Kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Menurutnya, dana yang dibutuhkan untuk membangun cadangan minyak 15 hari sebesar Rp23,3 triliun. Ini dibagi untuk pembelian komoditas seharga USD880,2 juta atau sekitar Rp11,6 triliun dan untuk BBM 15 hari yang membutuhkan dana USD888,7 juta atau Rp11,7 triliun. "Jadi, total kebutuhan dana membangun 15 hari cadangan kurang lebih Rp23,3 triliun," imbuh dia.

‎Mantan Bos PT Pindad (Persero) ini mengungkapkan, timnya juga telah mengidentifikasi kemampuan pemerintah untuk menyimpan cadangan minyak tersebut. Saat ini, Indonesia memiliki tangki minyak yang telah ada (idle) baik milik swasta, BUMN, ataupun milik KKKS yang akan memberikan tambahan kemampuan penyimpanan selama 3,58 hari.

"‎Kita juga sedang membangun tangki yang akan jadi, diperkirakan bisa menyimpan 6,56 hari. Ke depan apabila dimungkinkan kita harus bangun tangki baru yang diperlukan untuk kapasitas 19,86 hari," tutur Sudirman.

Dia menjelaskan, dari hasil identifikasi, tangki yang idle ataupun yang sedang dibangun bisa dimanfaatkan untuk menampung produk kurang lebih sekitar 10 hari.‎ Perhitungan ini telah diusulkan kepada Jokowi, Kementerian Keuangan dan Bappenas.

"‎Ini yang sudah kita usulkan kepada Bapak Presiden maupun Menkeu dan Bapennas kita sudah sampaikan ini," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cadangan Minyak Rusia...
Cadangan Minyak Rusia Habis 59 Tahun Lagi, Bagaimana dengan RI?
Darurat Cadangan Minyak...
Darurat Cadangan Minyak Strategis
Rusia Temukan Deposit...
Rusia Temukan Deposit Minyak Sangat Besar di Arktik
Tanpa Ladang Baru, Cadangan...
Tanpa Ladang Baru, Cadangan Minyak RI hanya Sampai 10 Tahun
Waduh! Cadangan Minyak...
Waduh! Cadangan Minyak RI Diproyeksi Hanya Bertahan Maksimal 10 Tahun
Nasib Minyak Indonesia:...
Nasib Minyak Indonesia: Berjaya di Zaman Soeharto, Kini Jadi Net Importir
Berita Terkini
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
6 menit yang lalu
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
59 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
2 jam yang lalu
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
2 jam yang lalu
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved