Rupiah Diramal Coba Menguat di Tengah Kejayaan USD
Jum'at, 15 April 2016 - 08:41 WIB
Rupiah Diramal Coba Menguat di Tengah Kejayaan USD
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini diperkirakan masih akan mencoba menguat di tengah pergerakan laju harga komoditas dunia. Sementara itu Indeks Dollar Amerika menunjukkan kejayaannya pada perdagangan kemarin, terbukti dimana EUR, GBP, CHF, CNY, dan RUB melemah terhadap mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS-.
"Keadaan tersebut menunjukkan bahwa adanya indikasi pelaku pasar yang mulai melakukan aksi ambil untung terhadap mata uang negara berkembang khususnya yang berbasis komoditas," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (14/4/2016).
Lanjut dia pelaku pasar yang fokus terkait rilisnya Gross Domestic Product (GDP) China turut berkontribusi terhadap menguatnya indeks Dollar. Hal tersebut juga didukung oleh laju harga minyak yang kembali melemah seiring pernyataan Menteri Rusia yang mengatakan tidak akan adanya tercapai kesepakatan untuk mengatur persediaan minyak mentah dunia.
Sebelumnya kami sampaikan laju Rupiah berhasil untuk memenuhi harapan kami untuk dapat mengalami kenaikan yang mana merupakan imbas daripada pergerakan positif dari laju harga komoditas dunia. Kembali menguatnya rupiah diharapkan tidak dijadikan celah para pelaku pasar guna mencari untung sehingga membuat rupiah mampu bertahan ditengah komoditas dunia yang masih bergerak fluktuatif.
Pembalikan arah rupiah ke zona merah mematahkan tren kenaikan Rupiah sehingga memungkinkan dapat kembali terjadi. Apalagi juga didukung oleh sentimen pelemahan laju harga minyak mentah sehingga memberikan kesempatan bagi USD untuk dapat bergerak naik. "Support rupiah 13.245 serta resisten 13.232. Tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju Rupiah," tandasnya.
"Keadaan tersebut menunjukkan bahwa adanya indikasi pelaku pasar yang mulai melakukan aksi ambil untung terhadap mata uang negara berkembang khususnya yang berbasis komoditas," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (14/4/2016).
Lanjut dia pelaku pasar yang fokus terkait rilisnya Gross Domestic Product (GDP) China turut berkontribusi terhadap menguatnya indeks Dollar. Hal tersebut juga didukung oleh laju harga minyak yang kembali melemah seiring pernyataan Menteri Rusia yang mengatakan tidak akan adanya tercapai kesepakatan untuk mengatur persediaan minyak mentah dunia.
Sebelumnya kami sampaikan laju Rupiah berhasil untuk memenuhi harapan kami untuk dapat mengalami kenaikan yang mana merupakan imbas daripada pergerakan positif dari laju harga komoditas dunia. Kembali menguatnya rupiah diharapkan tidak dijadikan celah para pelaku pasar guna mencari untung sehingga membuat rupiah mampu bertahan ditengah komoditas dunia yang masih bergerak fluktuatif.
Pembalikan arah rupiah ke zona merah mematahkan tren kenaikan Rupiah sehingga memungkinkan dapat kembali terjadi. Apalagi juga didukung oleh sentimen pelemahan laju harga minyak mentah sehingga memberikan kesempatan bagi USD untuk dapat bergerak naik. "Support rupiah 13.245 serta resisten 13.232. Tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju Rupiah," tandasnya.
(akr)