Rupiah Siang Menguat, IHSG Parkir ke Zona Merah
Jum'at, 15 April 2016 - 12:03 WIB
Rupiah Siang Menguat, IHSG Parkir ke Zona Merah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I masih menjaga tren penguatan dibandingkan penutupan kemarin. Penguatan ini seiring melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini setelah sempat menguat pada sesi pembukaan.
Menurut data Bloomberg, rupiah siang ini diparkir pada level Rp13.174/USD. Posisi tersebut terapresiasi atau menguat tipis sebesar enam poin dari penutupan sebelumnya di level Rp13.180/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance siang ini, rupiah masih berada di level Rp13.170/USD dengan kisaran harian Rp13.165-Rp13.183/USD. Posisi ini lebih baik dibandingkan posisi kemarin yang berakhir di level Rp13.199/USD.
Posisi rupiah menurut data Sindonews bersumber dari Limas juga memperlihatkan tren positif. Berada pada level Rp13.170/USD di sesi I, posisi ini membaik dibandingkan sebelumnya di level Rp13.200/USD.
Di sisi lain berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tidak bergerak pada level Rp13.166/USD. Posisi ini tercatat makin menguat dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.238/USD.
Sementara, IHSG sesi I semakin lesu atau melemah 17,66 poin atau 0,37% ke level 4.797,19. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air bertambah 21,40 atau 0,44% ke level 4.836,24. Dan pada perdagangan kemarin berakhir melemah 38,16 poin atau 0,79% ke level 4.814,85.
Sektor saham dalam negeri siang ini mayoritas berada di wilayah positif. Sektor dengan penguatan tertinggi yakni sektor aneka industri yang naik 1,46% sedangkan sektor yang melemah terdalam adalah keuangan turun 0,29%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,77 triliun dengan 2,44 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp66,0 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,08 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,02 triliun. Tercatat 92 saham menguat, 179 melemah dan 78 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) dan PT Astra International Tbk. (ASII). Dan saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) serta PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG).
Menurut data Bloomberg, rupiah siang ini diparkir pada level Rp13.174/USD. Posisi tersebut terapresiasi atau menguat tipis sebesar enam poin dari penutupan sebelumnya di level Rp13.180/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance siang ini, rupiah masih berada di level Rp13.170/USD dengan kisaran harian Rp13.165-Rp13.183/USD. Posisi ini lebih baik dibandingkan posisi kemarin yang berakhir di level Rp13.199/USD.
Posisi rupiah menurut data Sindonews bersumber dari Limas juga memperlihatkan tren positif. Berada pada level Rp13.170/USD di sesi I, posisi ini membaik dibandingkan sebelumnya di level Rp13.200/USD.
Di sisi lain berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tidak bergerak pada level Rp13.166/USD. Posisi ini tercatat makin menguat dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.238/USD.
Sementara, IHSG sesi I semakin lesu atau melemah 17,66 poin atau 0,37% ke level 4.797,19. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air bertambah 21,40 atau 0,44% ke level 4.836,24. Dan pada perdagangan kemarin berakhir melemah 38,16 poin atau 0,79% ke level 4.814,85.
Sektor saham dalam negeri siang ini mayoritas berada di wilayah positif. Sektor dengan penguatan tertinggi yakni sektor aneka industri yang naik 1,46% sedangkan sektor yang melemah terdalam adalah keuangan turun 0,29%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,77 triliun dengan 2,44 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp66,0 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,08 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,02 triliun. Tercatat 92 saham menguat, 179 melemah dan 78 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) dan PT Astra International Tbk. (ASII). Dan saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) serta PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG).
(akr)
Lihat Juga :