Rupiah Masih Terkapar, IHSG Balik Menguat
Senin, 18 April 2016 - 12:25 WIB
Rupiah Masih Terkapar, IHSG Balik Menguat
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I ini masih bergerak melemah di level Rp13.200/USD. Pelemah ini di tengah menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini tercatat ada pada posisi Rp13.200/USD. Posisi tersebut masih tercatat melemah dari penutupan sebelumnya di level Rp13.177/USD.
Sementara, berdasarkan data Yahoo Finance siang ini, rupiah juga berada di level Rp13.200/USD dengan kisaran harian Rp13.195-Rp13.210/USD. Posisi tersebut melemah dari penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.182/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah menutup siang hari ini masih terlihat menguat ke level Rp13.202/USD dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.170/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.204/USD. Posisi ini tercatat semakin melemah dari posisi akhir pekan kemarin yang berada di posisi Rp13.166/USD.
Sementara, IHSG sesi I berbalik menguat di zona hijau atau naik 15,11 poin atau 0,31% ke level 4.838,67. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air, IHSG melemah 13,51 poin atau 0,28% ke level 4.810,05. Dan pada perdagangan sebelumnya berakhir naik 8,72 poin atau 0,18% ke level 4.823,57.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,87 triliun dengan 2,34 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp94,03 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,09 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp998,44 triliun. Tercatat 127 saham menguat, 135 melemah dan 85 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Matahari Departmenet Store Tbk (LPPF).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah siang ini tercatat ada pada posisi Rp13.200/USD. Posisi tersebut masih tercatat melemah dari penutupan sebelumnya di level Rp13.177/USD.
Sementara, berdasarkan data Yahoo Finance siang ini, rupiah juga berada di level Rp13.200/USD dengan kisaran harian Rp13.195-Rp13.210/USD. Posisi tersebut melemah dari penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.182/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah menutup siang hari ini masih terlihat menguat ke level Rp13.202/USD dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.170/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.204/USD. Posisi ini tercatat semakin melemah dari posisi akhir pekan kemarin yang berada di posisi Rp13.166/USD.
Sementara, IHSG sesi I berbalik menguat di zona hijau atau naik 15,11 poin atau 0,31% ke level 4.838,67. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air, IHSG melemah 13,51 poin atau 0,28% ke level 4.810,05. Dan pada perdagangan sebelumnya berakhir naik 8,72 poin atau 0,18% ke level 4.823,57.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,87 triliun dengan 2,34 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp94,03 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,09 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp998,44 triliun. Tercatat 127 saham menguat, 135 melemah dan 85 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Matahari Departmenet Store Tbk (LPPF).
(izz)