IHSG Diperkirakan Bergerak Mixed Cenderung Menguat
Selasa, 19 April 2016 - 08:06 WIB
IHSG Diperkirakan Bergerak Mixed Cenderung Menguat
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih akan bergerak mixed cenderung mengalami penguatan terbatas dengan range pergerakan 4.800-4.910.
Lanjar mengatakan, secara teknikal sesuai perkirakaan sebelumnya, IHSG mampu bertahan dan mencoba menguat pada support MA50 setelah kemarin sempat menyentuhnya.
"Dari segi tren jangka panjang IHSG mempunyai tren positif, di mana diperkuat oleh pergerakan hari ini. Indikator stochastic bergerak bullish dari area middle dengan momentum RSI yang positif mampu di atas MA15 dari momentumnya," ujarnya di Jakarta, Selasa (19/4/2016).
Dia menjelaskan, data ekonomi yang dirilis cukup sepi kemarin. Di mana hanya ada data neraca pembayaran dan survei sentimen ekonomi di Eropa dan malamnya ada data penjualan rumah di Amerika Serikat (AS).
Sementara, IHSG kemarin justru bergerak optimis sejak awal sesi dengan ditutup melonjak 41,96 poin atau sebesar 0,87% di level 4.865,53 namun dengan volume yang tidak begitu tinggi.
Terlihat saham-saham bermarket capitalization besar seperti beberapa emiten produsen rokok yang menjadi peran penguatan IHSG. Investor berspekulasi mengenai rencana pemerintah yang tidak adanya rencana untuk melakukan kenaikan cukai pertengahan tahun untuk tembakau.
Data pertumbuhan pinjaman YoY kembali melambat di level 8,2% dari 9,6% diperiode sebelumnya seakan menahan pergerakan harga saham perbankan yang sedang mengalami rebound.
"Nilai tukar rupiah pun dan mampu membawa investor asing kembali tercatat net buy di level Rp329,73 miliar," pungkasnya.
Lanjar mengatakan, secara teknikal sesuai perkirakaan sebelumnya, IHSG mampu bertahan dan mencoba menguat pada support MA50 setelah kemarin sempat menyentuhnya.
"Dari segi tren jangka panjang IHSG mempunyai tren positif, di mana diperkuat oleh pergerakan hari ini. Indikator stochastic bergerak bullish dari area middle dengan momentum RSI yang positif mampu di atas MA15 dari momentumnya," ujarnya di Jakarta, Selasa (19/4/2016).
Dia menjelaskan, data ekonomi yang dirilis cukup sepi kemarin. Di mana hanya ada data neraca pembayaran dan survei sentimen ekonomi di Eropa dan malamnya ada data penjualan rumah di Amerika Serikat (AS).
Sementara, IHSG kemarin justru bergerak optimis sejak awal sesi dengan ditutup melonjak 41,96 poin atau sebesar 0,87% di level 4.865,53 namun dengan volume yang tidak begitu tinggi.
Terlihat saham-saham bermarket capitalization besar seperti beberapa emiten produsen rokok yang menjadi peran penguatan IHSG. Investor berspekulasi mengenai rencana pemerintah yang tidak adanya rencana untuk melakukan kenaikan cukai pertengahan tahun untuk tembakau.
Data pertumbuhan pinjaman YoY kembali melambat di level 8,2% dari 9,6% diperiode sebelumnya seakan menahan pergerakan harga saham perbankan yang sedang mengalami rebound.
"Nilai tukar rupiah pun dan mampu membawa investor asing kembali tercatat net buy di level Rp329,73 miliar," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :