Rupiah Hari Ini Diramal Alami Tekanan
Selasa, 19 April 2016 - 08:15 WIB
Rupiah Hari Ini Diramal Alami Tekanan
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah pada hari ini diperkirakan kembali mengalami tekanan seiring meningkatnya demand atas USD yang membuat tren-nya menjadi positif.
"Apalagi dengan sentimen laju harga minyak mentah yang kembali mengalami penurunan," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (19/4/2016).
Reza menjelaskan, kiranya perlu mewaspadai adanya penurunan lanjutan. Dia memprediksi rupiah akan berada di level support Rp13.210/USD serta Resisten Rp13.199/USD.
Sementara, seiring sentimen gagalnya kesepakatan yang dicapai pada pertemuan negara-negara eksportir di Doha untuk membahas supply-demand cadangan minyak global membuat harga minyak mentah dunia kembali tertekan dan berimbas pada pelemahan sejumlah harga komoditas.
Laju USD pun mengambil kesempatan dengan terus melaju di zona hijau. Harapan akan penguatan laju rupiah juga gagal terpenuhi.
"Bahkan, imbas positif dari penerapan kebijakan arah suku bunga acuan menjadi 7-day reverse repo pun perlahan mulai berkurang dan tertutupi sentimen negatif dari kenaikan jumlah utang luar negeri," pungkas dia.
"Apalagi dengan sentimen laju harga minyak mentah yang kembali mengalami penurunan," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (19/4/2016).
Reza menjelaskan, kiranya perlu mewaspadai adanya penurunan lanjutan. Dia memprediksi rupiah akan berada di level support Rp13.210/USD serta Resisten Rp13.199/USD.
Sementara, seiring sentimen gagalnya kesepakatan yang dicapai pada pertemuan negara-negara eksportir di Doha untuk membahas supply-demand cadangan minyak global membuat harga minyak mentah dunia kembali tertekan dan berimbas pada pelemahan sejumlah harga komoditas.
Laju USD pun mengambil kesempatan dengan terus melaju di zona hijau. Harapan akan penguatan laju rupiah juga gagal terpenuhi.
"Bahkan, imbas positif dari penerapan kebijakan arah suku bunga acuan menjadi 7-day reverse repo pun perlahan mulai berkurang dan tertutupi sentimen negatif dari kenaikan jumlah utang luar negeri," pungkas dia.
(izz)