Dolar Australia Menguat, Rupiah Berakhir Tambah Digdaya
Selasa, 19 April 2016 - 17:08 WIB
Dolar Australia Menguat, Rupiah Berakhir Tambah Digdaya
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap USD pada hari ini akhirnya ditutup semakin menguat setelah pada pembukaan tadi pagi dibuka berada di zona hijau. Penguatan rupiah sore ini terjadi pada saat dolar Australia melonjak terhadap USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir pada level Rp13.115/USD dengan kisaran harian Rp13.115-Rp13.155/USD. Posisi tersebut menguat 40 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.155/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hari ini berakhir pada level Rp13.135/USD dengan kisaran Rp13.117-Rp13.173/USD. Posisi itu tercatat menguat 35 poin jika dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.170/USD.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada pada posisi Rp13.117/USD. Posisi ini terlihat semakin menguat dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.172/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.150/USD. Posisi ini tercatat semakin menguat dari posisi akhir pekan kemarin yang berada di posisi Rp13.204/USD.
Dilansir dari Reuters hari ini, mata uang komoditas naik dengan dolar Australia melonjak ke level tertinggi dalam 10 bulan terhadap USD. Hal ini menggambarkan adanya dukungan dari harga minyak yang stabil dan didukung sentimen risiko. Dolar Australia naik ke level tertinggi ke level 0,7803 sejak Juni lalu atau naik 0,6%.
Sementara, dolar Kanada juga mencapai titik tertinggi sejak Juli 2015 akibat harga minyak mentah melambung dari posisi terendah, setelah berada di bawah tekanan setelah negara penghasil minyak utama gagal menyepakati pembekuan produksi.
Namun, yen terhadap USD masih terlihat lesu. Di mana USD terhadap yen naik 0,1% lebih tinggi di posisi 108,95. Sedangkan euro terhadap yen juga tercatat naik 0,2% lebih tinggi ke level 123,32.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir pada level Rp13.115/USD dengan kisaran harian Rp13.115-Rp13.155/USD. Posisi tersebut menguat 40 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.155/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hari ini berakhir pada level Rp13.135/USD dengan kisaran Rp13.117-Rp13.173/USD. Posisi itu tercatat menguat 35 poin jika dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.170/USD.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada pada posisi Rp13.117/USD. Posisi ini terlihat semakin menguat dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.172/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.150/USD. Posisi ini tercatat semakin menguat dari posisi akhir pekan kemarin yang berada di posisi Rp13.204/USD.
Dilansir dari Reuters hari ini, mata uang komoditas naik dengan dolar Australia melonjak ke level tertinggi dalam 10 bulan terhadap USD. Hal ini menggambarkan adanya dukungan dari harga minyak yang stabil dan didukung sentimen risiko. Dolar Australia naik ke level tertinggi ke level 0,7803 sejak Juni lalu atau naik 0,6%.
Sementara, dolar Kanada juga mencapai titik tertinggi sejak Juli 2015 akibat harga minyak mentah melambung dari posisi terendah, setelah berada di bawah tekanan setelah negara penghasil minyak utama gagal menyepakati pembekuan produksi.
Namun, yen terhadap USD masih terlihat lesu. Di mana USD terhadap yen naik 0,1% lebih tinggi di posisi 108,95. Sedangkan euro terhadap yen juga tercatat naik 0,2% lebih tinggi ke level 123,32.
(izz)