Aset Pertamina Bakal Meroket Jika Dilebur Bersama PGN
Selasa, 19 April 2016 - 19:30 WIB
Aset Pertamina Bakal Meroket Jika Dilebur Bersama PGN
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto memperkirakan aset perseroan bakal meroket jika holding BUMN energi terbentuk dimana rencananya PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) akan menjadi anak usaha Pertamina. Status PGN yang merupakan BUMN terbuka, dengan 49% saham dimiliki publik pun dinilai tidak akan merugikan perseroan.
Dia menambahkan jika holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi terbentuk maka Pertamina juga akan menjadi bagian dari pemegang saham PGN. Aset kedua perusahaan pelat merah ini pun akan dilebur, sehingga aset Pertamina selaku induk diyakini akan meningkat.
"Kalau ini (Pertamina-PGN) digabungkan, asetnya jadi naik. Kita melihat dengan aset naik, bagus juga untuk saham," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (19/4/2016).
(Baca juga berita seputar Holding BUMN di sini)
Selain itu menurutnya dengan dibentuk holding maka sinergi yang terjalin antara dua perusahaan negara ini pun semakin erat dan pada akhirnya membuat kinerjanya semakin baik. Jika kinerja perusahaan pelat merah semakin cemerlang, maka kesejahteraan masyarakat juga turut membaik.
"Dengan sinergi, performancenya akan lebih baik. Lalu kita berinvestasi lebih banyak, dan itu nantinya akan berpengaruh ke growth dan pertumbuhan ekonomi. Dengan sinergi, kinerja lebih baik dan kesejahteraan lebih baik," imbuh dia.
(Baca Juga: Awas, Holding BUMN Energi Rawan Penumpang Gelap)
Mantan Bos Semen Indonesia ini menambahkan, sejauh ini perseroan belum ada berpikir terlalu jauh untuk membeli kembali (buyback) saham publik yang ada di PGN, jika kemudian holding BUMN energi terbentuk. "Kita belum tahu ya (buyback), nanti kan tergantung keputusan pemerintah seperti apa," tandasnya.
Dia menambahkan jika holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi terbentuk maka Pertamina juga akan menjadi bagian dari pemegang saham PGN. Aset kedua perusahaan pelat merah ini pun akan dilebur, sehingga aset Pertamina selaku induk diyakini akan meningkat.
"Kalau ini (Pertamina-PGN) digabungkan, asetnya jadi naik. Kita melihat dengan aset naik, bagus juga untuk saham," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (19/4/2016).
(Baca juga berita seputar Holding BUMN di sini)
Selain itu menurutnya dengan dibentuk holding maka sinergi yang terjalin antara dua perusahaan negara ini pun semakin erat dan pada akhirnya membuat kinerjanya semakin baik. Jika kinerja perusahaan pelat merah semakin cemerlang, maka kesejahteraan masyarakat juga turut membaik.
"Dengan sinergi, performancenya akan lebih baik. Lalu kita berinvestasi lebih banyak, dan itu nantinya akan berpengaruh ke growth dan pertumbuhan ekonomi. Dengan sinergi, kinerja lebih baik dan kesejahteraan lebih baik," imbuh dia.
(Baca Juga: Awas, Holding BUMN Energi Rawan Penumpang Gelap)
Mantan Bos Semen Indonesia ini menambahkan, sejauh ini perseroan belum ada berpikir terlalu jauh untuk membeli kembali (buyback) saham publik yang ada di PGN, jika kemudian holding BUMN energi terbentuk. "Kita belum tahu ya (buyback), nanti kan tergantung keputusan pemerintah seperti apa," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :