Harga Minyak Dunia Naik Dipicu Pemogokan Pekerja di Kuwait

Rabu, 20 April 2016 - 07:56 WIB
Harga Minyak Dunia Naik...
Harga Minyak Dunia Naik Dipicu Pemogokan Pekerja di Kuwait
A A A
NEW YORK - Harga minyak dunia melonjak lebih dari 3% setelah terjadi pemogokan yang dilakukan oleh pekerja di Kuwait, membayangi sentimen bearish setelah para produsen minyak dunia yang tergabung dalam OPEC gagal mencapai kesepakatan pada Minggu kemarin untuk membekukan produksi minyak.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (20/4/2016), harga minyak mentah brent ditutup naik USD1,12 ke level USD44,03 per barel, sedangkan harga minyak mentah Amerika Serikat, West Texas Intermediate AS naik USD1,30 ke level USD41,08.

Ribuan pekerja minyak Kuwait tetap melakukan pemogokan untuk hari ketiga dalan rangka memprotes rencana reformasi gaji dan pemotongan produksi minyak mentah hingga 1,5 juta barel per hari (bph), menurut juru bicara minyak yang dikutip oleh kantor berita KUNA.

Kuwait pun akhirnye memangkas jumlah produksi minyaknya dari rata-rata produksi sebesar 2,8 juta per barel. Selain itu, laporan dari pemadaman listrik yang mengarah ke penurunan produksi sekitar 200.000 barel per hari di Venezuela dan api pipa di Nigeria yang mungkin telah mengurangi produksi 400.000 barel per hari.

Seorang juru bicara untuk pekerja minyak dan gas di Kuwait mengatakan bahwa mereka akan melanjutkan pemogokan sampai rencana reformasi gaji tersebut dibatalkan.

Analis mengatakan, gangguan Kuwait kemungkinan tidak akan lama dan berharap harga akan ditekan lagi karena pasar cenderung kembali fokus pada kelebihan pasokan. INi akibat kegagalan eksportir minyak utama pada pertemuan Minggu kemarin gagal mencapai kesepakatan untuk membekukan produksi minyak dalam rangka menghindari memburuknya kelebihan tersebut.

Sebuah kesepakatan untuk membekukan produksi minyak oleh anggota OPEC dan produsen non-OPEC gagal pada pertemuan akhir pekan kemarin di Doha setelah Arab Saudi menuntut Iran juga bergabung. Iran telah berulang kali mengatakan akan memprioritaskan mendapatkan kembali pasar pra-sanksi tingkat produksi minyak mentah.

Ekspor minyak mentah Iran telah meningkat menjadi sekitar 1,75 juta barel per hari sepanjang bulan ini, menurut sumber industri dan data pengiriman. Ekspor minyak Iran rata-rata sekitar 1,6 juta barel per hari pada Maret.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved