IHSG Diprediksi Bergerak Mixed Cenderung Menguat
Jum'at, 22 April 2016 - 08:25 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak Mixed Cenderung Menguat
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memprediksi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dengan diwarnai aksi sell on strenght investor dengan range pergerakan 4.865-4.925.
Lanjar mengatakan, secara teknikal IHSG berhasil terus menguat mendekati upper bollinger bands dan level tertinggi tahun ini. Trend positif untuk jangka menengah mendorong pergerakan IHSG.
"Indikator Stochastic terlihat jenuh pada area overbought meskipun indikator RSI masih bergerak positif," ujarnya di Jakarta, Jumat (22/4/2016).
Lanjar menjelaskan, sentimen selanjutnya yang akan menjadi fokus investor adalah hasil survei manufacturing PMI di Jepang dan zona Eropa.
Sementara, IHSG kemarin berhasil bergerak cenderung menguat dengan ditutup naik 26,49 poin atau 0,54% di level 4.903,09 dengan volume yang moderate. Sektor perkebunan, aneka industri dan properti terkoreksi wajar setelah mengalami penguatan signifikan pada hari sebelumnya.
Rilis kebijakan moneter suku bunga dan Repo 7 hari dengan keputusan tetap pada level 6,75% pada suku bunga dan 5,5% pada Repo mampu membuat IHSG menguat tajam pada preclosing.
Selain itu, nilai tukar dan inflasi tercatat stabil namun masih adanya kekhawatiran perlambatan ekonomi global terutama China membuat BI menahan penurunan suku bunga guna mengendalikan inflasi. "Nilai tukar rupiah pun ditutup masih cukup baik, sehingga membuat kembali melakukan aksi beli sebesar Rp389,62 miliar," pungkasnya.
Lanjar mengatakan, secara teknikal IHSG berhasil terus menguat mendekati upper bollinger bands dan level tertinggi tahun ini. Trend positif untuk jangka menengah mendorong pergerakan IHSG.
"Indikator Stochastic terlihat jenuh pada area overbought meskipun indikator RSI masih bergerak positif," ujarnya di Jakarta, Jumat (22/4/2016).
Lanjar menjelaskan, sentimen selanjutnya yang akan menjadi fokus investor adalah hasil survei manufacturing PMI di Jepang dan zona Eropa.
Sementara, IHSG kemarin berhasil bergerak cenderung menguat dengan ditutup naik 26,49 poin atau 0,54% di level 4.903,09 dengan volume yang moderate. Sektor perkebunan, aneka industri dan properti terkoreksi wajar setelah mengalami penguatan signifikan pada hari sebelumnya.
Rilis kebijakan moneter suku bunga dan Repo 7 hari dengan keputusan tetap pada level 6,75% pada suku bunga dan 5,5% pada Repo mampu membuat IHSG menguat tajam pada preclosing.
Selain itu, nilai tukar dan inflasi tercatat stabil namun masih adanya kekhawatiran perlambatan ekonomi global terutama China membuat BI menahan penurunan suku bunga guna mengendalikan inflasi. "Nilai tukar rupiah pun ditutup masih cukup baik, sehingga membuat kembali melakukan aksi beli sebesar Rp389,62 miliar," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :