Asia Mayoritas Loyo, IHSG Berhasil Ditutup Menguat 11 Poin
Jum'at, 22 April 2016 - 16:33 WIB
Asia Mayoritas Loyo, IHSG Berhasil Ditutup Menguat 11 Poin
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini berhasil kembali ditutup tembus level 4.900. Di mana sore ini IHSG menguat 11,65 poin atau 0,24% ke level 4.914,74 di tengah mayoritas melemahnya pasar saham Asia.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air melemah 5,38 poin atau 0,11% ke level 4.897,71 dan pada sesi I IHSG melemah 2,71 poin atau 0,06% ke level 4.900,38. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup menguat menguat 26,49 poin atau 0,54% ke level 4.903,09.
Seperti dilansir dari CNBC hari ini, pasar saham Asia berakhir mayoritas melemah namun indeks utama di Australia, Jepang, dan Hong Kong tetap mendapat keuntungan mingguan.
Indeks Australia ASX 200 ditutup turun 36,31 poin atau 0,69% ke level 5.236,40 dipimpin sub indeks energi dan material yang menurun lebih dari 1%. Meski demikian, Indeks ASX tetap tercatat naik 1,53% pekan ini.
Indeks Jepang Nikkei N225 menguat menguat 208,87 poin atau 1,2% ke level 17.572,49 di tengah mata uang yen relatif lemah. Indeks telah membukukan keuntungan dalam empat dari lima sesi terakhir, atau naik 4,3% untuk pekan ini.
Sementara, Indeks di Korea Selatan, Kospi berakhir turun 6,61 poin atau 0,33% ke level 2.015,49 namun tetap mendapatkan keuntungan atau tercatat naik sepanjang pekan ini. Sementara di Hong Kong, indeks Hang Seng ditutup turun 155,21 poin atau 0,72% ke level 21.467,04.
Di pasar China tercatat naik, di mana Shanghai naik 6,78 poin atau 0,23% ke level 2.959,67, Shenzhen naik 19,02 poin atau 1,03% ke level 1.867,55. Awal pekan ini, indeks berada di bawah tekanan, dengan patokan Shanghai menjual sebanyak 4% pada satu titik, dan dinilai para analis dikarenakan kekurangan likuiditas di negara itu pada bulan ini.
Sektor saham dalam negeri hari ini berakhir variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor infrastruktur yang naik 0,93%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor aneka industri yang melemah 1,95%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,39 triliun dengan 4,91 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp339,57 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,72 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,06 triliun. Tercatat 153 saham menguat, 155 saham melemah dan 95 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Steady Safe Tbk (SAFE) naik Rp20 atau 21,05% menjadi Rp115, PT Kedawung Setia Industrial Tbk (KDSI) naik Rp30 atau 14,28% menjadi Rp240, dan PT Mahaka Radio Integra (Persero) Tbk (MARI) naik Rp30 atau 3,79% menjadi Rp820.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT Victoria Investama Tbk (VICO) turun Rp14 atau 10,00% menjadi Rp126, PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp95 atau 2,46% menjadi Rp3.760, dan PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp175 atau 2,32% menjadi Rp7.350.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air melemah 5,38 poin atau 0,11% ke level 4.897,71 dan pada sesi I IHSG melemah 2,71 poin atau 0,06% ke level 4.900,38. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup menguat menguat 26,49 poin atau 0,54% ke level 4.903,09.
Seperti dilansir dari CNBC hari ini, pasar saham Asia berakhir mayoritas melemah namun indeks utama di Australia, Jepang, dan Hong Kong tetap mendapat keuntungan mingguan.
Indeks Australia ASX 200 ditutup turun 36,31 poin atau 0,69% ke level 5.236,40 dipimpin sub indeks energi dan material yang menurun lebih dari 1%. Meski demikian, Indeks ASX tetap tercatat naik 1,53% pekan ini.
Indeks Jepang Nikkei N225 menguat menguat 208,87 poin atau 1,2% ke level 17.572,49 di tengah mata uang yen relatif lemah. Indeks telah membukukan keuntungan dalam empat dari lima sesi terakhir, atau naik 4,3% untuk pekan ini.
Sementara, Indeks di Korea Selatan, Kospi berakhir turun 6,61 poin atau 0,33% ke level 2.015,49 namun tetap mendapatkan keuntungan atau tercatat naik sepanjang pekan ini. Sementara di Hong Kong, indeks Hang Seng ditutup turun 155,21 poin atau 0,72% ke level 21.467,04.
Di pasar China tercatat naik, di mana Shanghai naik 6,78 poin atau 0,23% ke level 2.959,67, Shenzhen naik 19,02 poin atau 1,03% ke level 1.867,55. Awal pekan ini, indeks berada di bawah tekanan, dengan patokan Shanghai menjual sebanyak 4% pada satu titik, dan dinilai para analis dikarenakan kekurangan likuiditas di negara itu pada bulan ini.
Sektor saham dalam negeri hari ini berakhir variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor infrastruktur yang naik 0,93%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor aneka industri yang melemah 1,95%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,39 triliun dengan 4,91 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp339,57 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,72 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,06 triliun. Tercatat 153 saham menguat, 155 saham melemah dan 95 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Steady Safe Tbk (SAFE) naik Rp20 atau 21,05% menjadi Rp115, PT Kedawung Setia Industrial Tbk (KDSI) naik Rp30 atau 14,28% menjadi Rp240, dan PT Mahaka Radio Integra (Persero) Tbk (MARI) naik Rp30 atau 3,79% menjadi Rp820.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT Victoria Investama Tbk (VICO) turun Rp14 atau 10,00% menjadi Rp126, PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp95 atau 2,46% menjadi Rp3.760, dan PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp175 atau 2,32% menjadi Rp7.350.
(izz)
Lihat Juga :