IHSG Diprediksi Jaga Tren Penguatan di Awal Pekan
Senin, 25 April 2016 - 08:10 WIB
IHSG Diprediksi Jaga Tren Penguatan di Awal Pekan
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan oleh Analis Reliance Securities, Lanjar Nafi bakal bergerak mixed cenderung kembali mencoba menguat dengan range pergerakan 4.885-4.950. Dia menerangkan IHSG mampu break high level pada bulan maret sehingga secara teknikal IHSG memperpanjang wave 3 dan bergerak mencari kembali target ideal wave 5.
"Dimana jika retrace dari wave 4 dengan fibonacci target 161,8% berada pada level 5.000. Sedangkan Indikator stochastic pergerakan sudah terlihat terbatas pada area jenuh beli meskipun momentum dari RSI yang belum masuk pada teority high momentum," ujarnya di Jakarta, Senin (25/4/2016).
Lanjut dia dijelaskan fata survey aktifitas sektor manufaktur dan jasa pada bulan ini keluar cukup negatif menambah alasan investor untuk melakukan aksi ambil untung di akhir pekan dari penguatan pekan lalu. Dimana data indeks aktifitas sektor manufaktur berkontraksi turun 51,4 dari 51,6 diperiode sebelumnya dengan ekspetasi awal naik 51,8.
Sementara IHSG akhir pekan lalu bergerak mixed cenderung menguat dan berhasil ditutup +11,65 poin sebesar +0,24% di level 4.914,74 dengan volume moderate. Aksi beli investor asing cenderung dominan terlihat pasalnya hingga akhir perdagangan hari ini tercatat net buy sebesar Rp339,58 miliar sehingga total capital in flow yang terjadi seminggu ini dilevel Rp1,4 triliun yang merupakan capital in flow terbesar sejak 4 minggu terakhir.
Terlihat sejak bulan februari investor asing terus terlihat melakukan aksi beli pasca penjualan besar-besar di semester tahun lalu. Sektor infrastruktur dan keuangan memimpin pergerakan positif antar sektor di akhir pekan. "Sentimen laporan keuangan kuartal 1 2016 dan penentuan pembagian dividen mampu membawa IHSG bergerak positif pada pekan lalu," pungkasnya.
"Dimana jika retrace dari wave 4 dengan fibonacci target 161,8% berada pada level 5.000. Sedangkan Indikator stochastic pergerakan sudah terlihat terbatas pada area jenuh beli meskipun momentum dari RSI yang belum masuk pada teority high momentum," ujarnya di Jakarta, Senin (25/4/2016).
Lanjut dia dijelaskan fata survey aktifitas sektor manufaktur dan jasa pada bulan ini keluar cukup negatif menambah alasan investor untuk melakukan aksi ambil untung di akhir pekan dari penguatan pekan lalu. Dimana data indeks aktifitas sektor manufaktur berkontraksi turun 51,4 dari 51,6 diperiode sebelumnya dengan ekspetasi awal naik 51,8.
Sementara IHSG akhir pekan lalu bergerak mixed cenderung menguat dan berhasil ditutup +11,65 poin sebesar +0,24% di level 4.914,74 dengan volume moderate. Aksi beli investor asing cenderung dominan terlihat pasalnya hingga akhir perdagangan hari ini tercatat net buy sebesar Rp339,58 miliar sehingga total capital in flow yang terjadi seminggu ini dilevel Rp1,4 triliun yang merupakan capital in flow terbesar sejak 4 minggu terakhir.
Terlihat sejak bulan februari investor asing terus terlihat melakukan aksi beli pasca penjualan besar-besar di semester tahun lalu. Sektor infrastruktur dan keuangan memimpin pergerakan positif antar sektor di akhir pekan. "Sentimen laporan keuangan kuartal 1 2016 dan penentuan pembagian dividen mampu membawa IHSG bergerak positif pada pekan lalu," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :