IHSG Berakhir Tak Berdaya Ikuti Kejatuhan Bursa Asia
Senin, 25 April 2016 - 16:42 WIB
IHSG Berakhir Tak Berdaya Ikuti Kejatuhan Bursa Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akhirnya ditutup merosot ke zona merah, setelah sempat menguat pada sesi pembukaan pagi tadi. Di awal pekan ini, IHSG berakhir anjlok 35,88 poin atau 0,73% ke level 4.878,86 di tengah kejatuhan mayoritas bursa utama Asia.
Bursa saham Tanah Air pagi tadi dibuka menguat 3,80 poin atau 0,08% ke level 4.918,54 dan pada sesi I balik ke zona merah melemah turun 33,29 poin atau 0,68% ke level 4.881,44. Sementara IHSG pada perdagangan kemarin kembali ditutup ditutup tembus level 4.900 atau melesat naik 11,65 poin atau 0,24% ke level 4.914,74.
Dilansir Reuters, Senin (25/4/2016) mayoritas bursa Asia kompak melemah cukup dalam saat investor mengambil keuntungan dari pasar mata uang menjelang pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) dan Bank Of Japan (BOJ) akhir pekan ini. Penurunan tidak hanya terjadi di Asia, tapi juga dialami pasar Eropa ketika indeks Inggris FTSE turun 0,1% sedangkan Jerman dan Prancis naik tipis 0,1%.
Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang mengalami penurunan 0,4% diikuti pelemahan indeks Nikkei Jepang yang berkurang 133,19 poin atau 0,76% ke level 17.439,30. Di seberang selat Korea, indeks Kospi berakhir lebih rendah 0,94 poin atau 0,05% ke level 2.014,55 dan indeks Hang Seng juga jatuh 0,76% atau menyusut 162,6 poin ke level 21.304,44.
Saat pasar modal Australia dan Selandia Baru ditutup karena hari libur Anzac, indeks Shanghai justru melemah 12,57 poin atau 0,42% ke level 2.946,67. "Kami sudah mengalami penguatan selama 20 hari dan sekarang menjadi titik dimana indeks akan mengantisipasi," jelas Manajer Direktur Tyton Capital Advisors, Martin King.
Sektor saham dalam negeri berakhir mayoritas melemah. Sektor dengan pelemahan cukup dalam yakni keuangan yang anjlok 2,03% dan sektor yang menguat tertinggi adalah infrastruktur naik 1,04%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,77 triliun dengan 5,08 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp101,1 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,55 triliun dan aksi beli Rp2,65 triliun. Tercatat 133 saham menguat, 186 saham melemah dan 91 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp1.000 menjadi Rp68.000, PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) menguat Rp100 menjadi Rp33.275 dan PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk. (TMAS) bertambah Rp100 menjadi Rp1.945.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) menyusut Rp450 menjadi Rp9.050, PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) melemah Rp180 menjadi Rp1.630 dan PT First Media Tbk. (KBLV) turun Rp55 menjadi Rp955.
Bursa saham Tanah Air pagi tadi dibuka menguat 3,80 poin atau 0,08% ke level 4.918,54 dan pada sesi I balik ke zona merah melemah turun 33,29 poin atau 0,68% ke level 4.881,44. Sementara IHSG pada perdagangan kemarin kembali ditutup ditutup tembus level 4.900 atau melesat naik 11,65 poin atau 0,24% ke level 4.914,74.
Dilansir Reuters, Senin (25/4/2016) mayoritas bursa Asia kompak melemah cukup dalam saat investor mengambil keuntungan dari pasar mata uang menjelang pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) dan Bank Of Japan (BOJ) akhir pekan ini. Penurunan tidak hanya terjadi di Asia, tapi juga dialami pasar Eropa ketika indeks Inggris FTSE turun 0,1% sedangkan Jerman dan Prancis naik tipis 0,1%.
Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang mengalami penurunan 0,4% diikuti pelemahan indeks Nikkei Jepang yang berkurang 133,19 poin atau 0,76% ke level 17.439,30. Di seberang selat Korea, indeks Kospi berakhir lebih rendah 0,94 poin atau 0,05% ke level 2.014,55 dan indeks Hang Seng juga jatuh 0,76% atau menyusut 162,6 poin ke level 21.304,44.
Saat pasar modal Australia dan Selandia Baru ditutup karena hari libur Anzac, indeks Shanghai justru melemah 12,57 poin atau 0,42% ke level 2.946,67. "Kami sudah mengalami penguatan selama 20 hari dan sekarang menjadi titik dimana indeks akan mengantisipasi," jelas Manajer Direktur Tyton Capital Advisors, Martin King.
Sektor saham dalam negeri berakhir mayoritas melemah. Sektor dengan pelemahan cukup dalam yakni keuangan yang anjlok 2,03% dan sektor yang menguat tertinggi adalah infrastruktur naik 1,04%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,77 triliun dengan 5,08 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp101,1 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,55 triliun dan aksi beli Rp2,65 triliun. Tercatat 133 saham menguat, 186 saham melemah dan 91 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp1.000 menjadi Rp68.000, PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) menguat Rp100 menjadi Rp33.275 dan PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk. (TMAS) bertambah Rp100 menjadi Rp1.945.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) menyusut Rp450 menjadi Rp9.050, PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) melemah Rp180 menjadi Rp1.630 dan PT First Media Tbk. (KBLV) turun Rp55 menjadi Rp955.
(akr)
Lihat Juga :