Gubernur BI Minta RI Petik Pelajaran dari Kondisi Ekonomi 2015
Kamis, 28 April 2016 - 11:43 WIB
Gubernur BI Minta RI Petik Pelajaran dari Kondisi Ekonomi 2015
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengungkapkan, Indonesia perlu memetik pelajaran dari kondisi ekonomi yang terjadi tahun lalu. Pasalnya, meski Indonesia diterpa gejolak ekonomi global, namun kondisi dalam negeri masih menunjukkan tren positif.
Dia menuturkan, pelajaran pertama dari kondisi ekonomi tahun lalu adalah terkait kebijakan makroekonomi yang perlu diterapkan secara disiplin, hati-hati, konsisten, dan tepat waktu. Hal itu menjadi kunci dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Pelajaran kedua adalah perlunya dukungan sinergi kebijakan antar pemangku kebijakan. Sebab, disiplin terhadap kebijakan makroekonomi saja tidak cukup tanpa didukung sinergi yang baik antar para pemangku kepentingan.
"Pelajaran kedua menunjukkan bahwa disiplin kebijakan makroekonomi tersebut tidak cukup tanpa didukung oleh sinergi kebijakan yang kuat antarpemangku kebijakan, baik Bank Indonesia, pemerintah pusat dan daerah, serta otoritas terkait lainnya," imbuhnya di Jakarta, Kamis (28/4/2016).
Ketiga, sambung Agus, pentingnya reformasi struktural dan diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi. "Hal ini temasuk hilirisasi, yang dapat memperkuat pondasi perekonomian, sehingga perekonomian menjadi lebih berdaya tahan (resilien) dan tumbuh berkelanjutan," ujar dia.
Ketiga pelajaran tersebut terangkum dalam buku Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2015 yang diluncurkan Bank Indonesia hari ini. Buku tersebut mengambil judul "Bersinergi Mengawal Stabilitas, Mewujudkan Reformasi Struktural".
Buku LPI adalah publikasi rutin tahunan BI yang memuat secara komprehensif dinamika perekonomian nasional pada tahun yang bersangkutan. Selain mendokumentasikan perjalanan ekonomi Indonesia, LPI juga berupaya menyampaikan sejumlah pelajaran yang bisa dipetik selama kurun waktu tersebut.
Upaya menggali pelajaran dari perjalanan ekonomi tersebut cukup penting karena dapat menjadi pondasi bagi penguatan maupun penyempurnaan kebijakan ke depan.
Buku LPI disusun berdasarkan analisis mendalam dan riset ilmiah dari para peneliti BI. Buku LPI juga menghimpun data dari berbagai instansi terkait. Buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan berkualitas dan terpercaya dalam menyusun langkah kita ke depan untuk mencapai perekonomian lebih baik.
Dia menuturkan, pelajaran pertama dari kondisi ekonomi tahun lalu adalah terkait kebijakan makroekonomi yang perlu diterapkan secara disiplin, hati-hati, konsisten, dan tepat waktu. Hal itu menjadi kunci dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Pelajaran kedua adalah perlunya dukungan sinergi kebijakan antar pemangku kebijakan. Sebab, disiplin terhadap kebijakan makroekonomi saja tidak cukup tanpa didukung sinergi yang baik antar para pemangku kepentingan.
"Pelajaran kedua menunjukkan bahwa disiplin kebijakan makroekonomi tersebut tidak cukup tanpa didukung oleh sinergi kebijakan yang kuat antarpemangku kebijakan, baik Bank Indonesia, pemerintah pusat dan daerah, serta otoritas terkait lainnya," imbuhnya di Jakarta, Kamis (28/4/2016).
Ketiga, sambung Agus, pentingnya reformasi struktural dan diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi. "Hal ini temasuk hilirisasi, yang dapat memperkuat pondasi perekonomian, sehingga perekonomian menjadi lebih berdaya tahan (resilien) dan tumbuh berkelanjutan," ujar dia.
Ketiga pelajaran tersebut terangkum dalam buku Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2015 yang diluncurkan Bank Indonesia hari ini. Buku tersebut mengambil judul "Bersinergi Mengawal Stabilitas, Mewujudkan Reformasi Struktural".
Buku LPI adalah publikasi rutin tahunan BI yang memuat secara komprehensif dinamika perekonomian nasional pada tahun yang bersangkutan. Selain mendokumentasikan perjalanan ekonomi Indonesia, LPI juga berupaya menyampaikan sejumlah pelajaran yang bisa dipetik selama kurun waktu tersebut.
Upaya menggali pelajaran dari perjalanan ekonomi tersebut cukup penting karena dapat menjadi pondasi bagi penguatan maupun penyempurnaan kebijakan ke depan.
Buku LPI disusun berdasarkan analisis mendalam dan riset ilmiah dari para peneliti BI. Buku LPI juga menghimpun data dari berbagai instansi terkait. Buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan berkualitas dan terpercaya dalam menyusun langkah kita ke depan untuk mencapai perekonomian lebih baik.
(izz)
Lihat Juga :