Market Share Perbankan Syariah Masih Rendah

Jum'at, 29 April 2016 - 03:38 WIB
Market Share Perbankan...
Market Share Perbankan Syariah Masih Rendah
A A A
YOGYAKARTA - Laju penetrasi perbankan syariah di tengah gempuran dari industri perbankan konvensional memang mengalami pertumbuhan. Tetapi penetrasi mereka hingga saat ini masih belum bisa maksimal dibanding dengan bank konvensional. Berbagai persoalan masih menggelayut bank ini karena memang masih sedikit.

Head Of Corporate Secretary and Communication Bank BNI Syariah, Endang Rosawati mengungkapkan, beberapa regulasi memang belum banyak memihak terkait perkembangan perbankan syariah. Sehingga sampai saat ini, market share dari perbankan syariah tidak lebih dari 5 % dari total market perbankan secara umum.

“Memang perlu dukungan kebijakan yang lebih memihak kepada perbankan syariah agar bisa tumbuh dengan cepat,” paparnya di Hotel Jambuluwuk Yogyakarta, Kamis (28/4/2016).

Jika tidak ada dukungan dari pemerintah terutama dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka pasar perbankan syariah di Indonesia yang sangat besar tersebut akan dikuasai asing. Saat ini sudah ada beberapa pemodal asing menyerang pasar syariah di Tanah Air dengan menguasai perbankan syariah yang ada.

Meskipun sebenarnya OJK telah membuat kebijakan yang sedikit memihak kepada perbankan syariah, tapi hasilnya belum signifikan. Seperti kebijakan pemberlakuan down payment (DP) murah yang diberlakukan untuk pembiayaan rumah memang mampu mendongkrak performa dari perbankan syariah sendiri. Hanya saja, hal itu masih bersifat parsial dan belum sistemik, terutama dalam mendukung share lebih tinggi dari perbankan syariah.

Ia berharap ada kebijakan lain yang memihak pertumbuhan mereka agar tidak kalah bersaing dengan bank-bank syariah dari luar negeri. Endang mengakui jika saat ini ada perbedaan yang mendasar antara perbankan syariah dan konvensional yang mengadang laju pertumbuhan perbankan syariah. Salah satunya terkait dengan keuntungan.

“Bank konvensional menawarkan sistem fixed return atau pengembalian keuntungan dari hasil investasi,”ungkapnya.

Hal tersebut sangat berbeda dengan keuntungan di bank syariah. Bank syariah memberikan imbal balik keuntungan kepada nasabah dalam bentuk bagi hasil yang tergantung pada kesepakatan (nisbah). Dan imbal balik tersebut sifatnya tidak sama dalam setiap bulan karena mengikuti kinerja bank yang bersangkutan.

Meski pada perhitungan keuntungan di dasarkan pada hal yang berbeda, tetapi pemerintah tetap memberlakukan pungutan pajak yang sama terhadap keuntungan tersebut. Pemerintah tetap memungut pajak sebesar 20% dari keuntungan yang didapat. Hal ini sebenarnya tidak adil bagi kalangan industri perbankan syariah.

Direktur Utama BNI Syariah, Imam Teguh Saptono mengatakan, market share perbankan syariah yang masih kecil tersebut memang menjadi keprihatinan tersendiri bagi Indonesia. Di tengah populasi penduduk muslim terbesar di dunia, tetapi penetrasi pasar bank syariah tak sebegitu besar dibanding dengan bank konvensional.

“Belum lama ini, bapak Presiden sudah menggagas komite bank syariah yang diharapkan mampu mendongkrak penetrasi bank syariah,” tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alasan Muhammadiyah...
Alasan Muhammadiyah Tarik Duit dari Bank Syariah Hasil Merger
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
Wapres Resmikan Operasional...
Wapres Resmikan Operasional Bank Riau Kepri Syariah, Jadi Awal Kemudi Ekonomi Syariah
Ada dari Negara Tetangga,...
Ada dari Negara Tetangga, Berikut 5 Bank Syariah Terbesar di Dunia
Terungkap! Ini Dia Bank...
Terungkap! Ini Dia Bank Syariah Pertama di Indonesia
Mau Tahu Fokus Bisnis...
Mau Tahu Fokus Bisnis Bank Syariah Indonesia, Cek di Sini
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
29 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
Elon Musk Mengkritik...
Elon Musk Mengkritik Jet Tempur Siluman F-35 yang Masih Berpilot
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved