Soal Reklamasi, Rizal Ramli Bantah Nelayan Dianggap Virus
Rabu, 04 Mei 2016 - 18:03 WIB
Soal Reklamasi, Rizal Ramli Bantah Nelayan Dianggap Virus
A
A
A
JAKARTA - Proyek reklamasi Teluk Jakarta telah menggusur kehidupan para nelayan di Muara Angke, Jakarta Utara. Penggusuran itu membuat sejumlah pihak menilai pemerintah abai terhadap kehidupan nelayan, bahkan menganggap nelayan sebagai virus berbahaya yang harus disingkirkan.
Menyikapi hal satir ini, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengungkapkan, nelayan adalah salah satu sumber kekuatan Indonesia sebagai negara maritim.
Pria asal Sumatera Barat ini juga membantah stigma negatif yang melekat pada nelayan adalah hal tidak benar. Sebaliknya nelayan adalah salah satu sumber pendongkrak perekonomian Indonesia.
“Orang datang makan ikan. Jadi jangan dianggap nelayan ini virus tifus, itu enggak benar pendekatan seperti itu,” katanya di Pusat Pelelangan Ikan, Jakarta, Rabu (4/5/2016).
(Baca: Menteri Rizal dan Susi Ajak Nelayan Dialog Soal Reklamasi)
Mantan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) ini menambahkan, di negara lain nelayan diperlakukan sangat baik. Bahkan, para pencari ikan tersebut diberikan pemukiman yang layak dan tertata rapih.
"Kenapa sih nelayan dianggap sebagai virus yang berbahaya? Di luar negeri justru diatur, dibikin perumahan nelayan yang bersih, rapi, teratur. Nelayan malah jadi kekuatan objek buat turisme," pungkasnya.
Menyikapi hal satir ini, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengungkapkan, nelayan adalah salah satu sumber kekuatan Indonesia sebagai negara maritim.
Pria asal Sumatera Barat ini juga membantah stigma negatif yang melekat pada nelayan adalah hal tidak benar. Sebaliknya nelayan adalah salah satu sumber pendongkrak perekonomian Indonesia.
“Orang datang makan ikan. Jadi jangan dianggap nelayan ini virus tifus, itu enggak benar pendekatan seperti itu,” katanya di Pusat Pelelangan Ikan, Jakarta, Rabu (4/5/2016).
(Baca: Menteri Rizal dan Susi Ajak Nelayan Dialog Soal Reklamasi)
Mantan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) ini menambahkan, di negara lain nelayan diperlakukan sangat baik. Bahkan, para pencari ikan tersebut diberikan pemukiman yang layak dan tertata rapih.
"Kenapa sih nelayan dianggap sebagai virus yang berbahaya? Di luar negeri justru diatur, dibikin perumahan nelayan yang bersih, rapi, teratur. Nelayan malah jadi kekuatan objek buat turisme," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :