Ingin Dapat Kerja, Nelayan Muara Angke Berharap Proyek Reklamasi Segera Dimulai
Selasa, 23 Maret 2021 - 23:52 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA-Pandemi Covid 19 yang tak kunjung usai membuat kehidupan nelayan di Muara Angke, Jakarta Utara semakin sulit. Apalagi penghasilan dari melaut juga kian tidak pasti. Faktor cuaca yang tidak menentu dan pencemaran logam berat yang terjadi di Teluk Jakarta akibat limbah dari 13 muara sungai ke laut membuat hasil tangkapan ikan terus menipis.
"Sebelum Covid 19 kehidupan nelayan di Muara Angke sudah sulit. Pandemi ini membuat hidup masyarakat nelayan makin susah. Sumber penghasilan lain di luar melaut juga susah dicari," ujar Ketua Komunitas Nelayan Muara Angke, Diding Setiawan kepada media, Selasa (23/3/2021).
Menurut Diding, seperti juga masyarakat lainnya, Nelayan Muara Angke hanya berharap ada pekerjaan baru yang lebih menjamin masa depan. Pekerjaan nelayan yang sudah bertahun-tahun ditekuni banyak keluarga di Muara Angke, kini juga mulai kurang peminat.
Masalahnya, lanjut dia, kebanyakan keluarga ini tidak memiliki skill yang mumpuni. Sehingga jika bekerja diluar kegiatan melaut kemampuannya terbatas. Itu sebabnya, komunitas nelayan Muara Angke berharap pemerintah segera mencari solusi untuk mengatasi kebutuhan hidup ini.
"Harapan kami proyek seperti reklamasi pulau G yang sudah ada ini dilanjutkan saja. Pasti akan banyak lapangan kerja yang bisa diserap. Apalagi sampai saat ini juga tidak ada dampak apapun bagi nelayan ketika proyek ini berhenti, hidup kami justru makin sulit," ungkap Diding.
"Sebelum Covid 19 kehidupan nelayan di Muara Angke sudah sulit. Pandemi ini membuat hidup masyarakat nelayan makin susah. Sumber penghasilan lain di luar melaut juga susah dicari," ujar Ketua Komunitas Nelayan Muara Angke, Diding Setiawan kepada media, Selasa (23/3/2021).
Menurut Diding, seperti juga masyarakat lainnya, Nelayan Muara Angke hanya berharap ada pekerjaan baru yang lebih menjamin masa depan. Pekerjaan nelayan yang sudah bertahun-tahun ditekuni banyak keluarga di Muara Angke, kini juga mulai kurang peminat.
Masalahnya, lanjut dia, kebanyakan keluarga ini tidak memiliki skill yang mumpuni. Sehingga jika bekerja diluar kegiatan melaut kemampuannya terbatas. Itu sebabnya, komunitas nelayan Muara Angke berharap pemerintah segera mencari solusi untuk mengatasi kebutuhan hidup ini.
"Harapan kami proyek seperti reklamasi pulau G yang sudah ada ini dilanjutkan saja. Pasti akan banyak lapangan kerja yang bisa diserap. Apalagi sampai saat ini juga tidak ada dampak apapun bagi nelayan ketika proyek ini berhenti, hidup kami justru makin sulit," ungkap Diding.
Lihat Juga :