KAI Klaim Tak Ada Masalah soal KA Bandara Kulon Progo

Rabu, 11 Mei 2016 - 04:19 WIB
KAI Klaim Tak Ada Masalah...
KAI Klaim Tak Ada Masalah soal KA Bandara Kulon Progo
A A A
YOGYAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) siap mempercepat pembangunan kereta api bandara di bandara baru Kulon Progo Yogyakarta, sebagaimana permintaan Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas kemarin.

Namun pihak KA menyatakan mereka masih menunggu realisasi dari pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) tersebut.

Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional (Daops) VI Yogyakarta, Eko Budiyanto menandaskan pihaknya siap melaksanakan segala kebijakan pemerintah terkait operasional Bandara Yogyakarta yang baru, diantaranya kebijakan mewujudkan moda transportasi terintegrasi di bandara tersebut. Jika Bandara baru sudah terealisasi, pihaknya bisa segera menyelesaikannya. “Kapanpun kami siap,” tuturnya, Selasa (10/5/2016).

Persoalan moda transportasi kereta api menuju bandara tersebut, kata dia, sejatinya tidak sepelik masalah bandara. Karena pembangunan jalur KA Bandara tidak terlalu sulit, mengingat persoalan pembebasan lahan yang ada tidak begitu banyak jumlahnya.

(Baca: Jokowi Minta Kendala Bandara Kulon Progo Segera Teratasi)

Bahkan kata Eko, pihak KAI memiliki aset yang berdekatan dengan bandara baru, yaitu Stasiun Kedungdang yang terletak beberapa kilometer dari Stasiun Wates. Meski kondisi Stasiun Kedungdang saat ini tidak lagi berfungsi, bukan berarti sebuah kesulitan. PT KAI mengatakan akan segera membenahinya.

Stasiun Kedungdang merupakan aset PT KAI yang paling dekat dengan bandara baru, karena berjarak lebih kurang enam kilometer.

Seandainya akan ada pembebasan lahan untuk jalur KA bandara, hal demikian juga tidak menyita persoalan besar. Dari Stasiun Kedungdang menuju bandara sangat minim pemukiman.
“Jadi saya kira permasalahan pembebasan lahan tidak akan pelik,” tambahnya.

Eko menambahkan, pihak PT KAI memang tengah menggodok rencana realisasi jalur baru menuju bandara NYIA. Pihaknya masih akan mengkaji apakah menggunakan kereta yang sudah ada atau mengoperasionalkan jenis kereta baru. Bila menggunakan kereta elektrifikasi, ia mengklaim lebih mudah.

New Airport Project Portofolio Angkasa Pura I, Agus Andriyanto mengungkapkan saat ini proses pembangunan pada tahap pengadaan tanah. Dan saat ini, tim appraisal sedang melakukan penilaian nilai tanah yang akan digunakan sebagai lokasi bandara. Tim appraisal tersebut akan menghitung nilai tanah seluas lahan yang sudah diukur yaitu 587 hektare.

Agus menambahkan ada waktu sekitar 30 hari untuk menentukan tim appraisal dan tim appraisal akan bekerja selama 30 hari pula. Ia berharap tim appraisal bisa bekerja maksimal dan tidak mendapat hambatan. Ketika sudah mendapat nilai dari tim appraisal, pihaknya memiliki waktu untuk melakukan pembayaran sekitar 14 hari.

“Mudah-mudahan tidak ada hambatan lagi ya, sehingga pembangunan bandara bisa dilaksanakan,”tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Tiket Kereta Api...
Harga Tiket Kereta Api Jarak Jauh Naik 40%
KAI Tambah Kereta Jarak...
KAI Tambah Kereta Jarak Jauh, Ini Rincian Rute dan Jadwalnya
KA Lokal Daop I Jakarta...
KA Lokal Daop I Jakarta Masih Belum Operasi hingga 31 Juli 2020
5 KA Jarak Jauh Beroperasi...
5 KA Jarak Jauh Beroperasi dari Daop 1 Jakarta Mulai 3 Juli 2020, Ini Daftarnya
Waktu Perjalanan KA...
Waktu Perjalanan KA Akan Singkat dan Jadwal Keberangkatan Berubah, Awas Telat!
Imbauan Tak Digubris...
Imbauan Tak Digubris Warga, KAI Tutup Perlintasan Sebidang Liar di Bogor
Berita Terkini
Dana Pensiun PNS Malaysia...
Dana Pensiun PNS Malaysia Jadi Korban eFishery, Kerugian Capai Rp855 Miliar
45 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan Rp2,61 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
1 jam yang lalu
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
2 jam yang lalu
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
3 jam yang lalu
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
4 jam yang lalu
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
14 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved