BI Pede Defisit Transaksi Berjalan Dapat Terkendali

Jum'at, 13 Mei 2016 - 15:13 WIB
BI Pede Defisit Transaksi...
BI Pede Defisit Transaksi Berjalan Dapat Terkendali
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) masih percaya bahwa defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) akan terkendali hingga akhir 2016. Padahal, untuk kuartal I/2016 defisit transaksi berjalan sudah melebar menjadi 2,14% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, secara keseluruhan pihaknya tetap optimistis bahwa defisit transaksi berjalan akan dapat ditekan di level 2,6% dari PDB. Target ini masih dalam batasan wajar dan dalam ‎posisi sustainable.

"‎Kita masih lihat bahwa secara keseluruhan CAD bisa terkendali. Kita sudah rilis triwulan I seperti Anda sampaikan 2,5% dari PDB. Secara keseluruhan kita masih tetap optimis bahwa CAD akan berkisar antara 2,6% dari PDB. Which is dalam konteks kisaran CAD yang sustainable itu kurang lebih 2,5%-3%," katanya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (13/5/2016).

Menurutnya, struktur dari defisit transaksi berjalan tahun ini masih jauh lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Pada 2013, Indonesia tidak hanya mengalami defisit transaksi berjalan melainkan juga konsumsi impor yang sangat tinggi.

Sementara untuk tahun ini, tambah Perry, strukturnya jauh lebih produktif lantaran pemerintah dan bank sentral terus mengupayakan perbaikan dalam iklim investasi dan menggenjot pembangunan infrastruktur.

"Kalau 2013 besarnya CAD tidak hanya lebih tinggi, tapi juga karena konsumsi impor yang terlalu tinggi. Sementara, sekarang struktur dari CAD itu lebih produktif, karena terkait dengan perbaikan investasi khususnya di sektor infrastruktur yang didukung pemerintah‎," tandas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, BI mengungkapkan, defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal I/2016 membengkak menjadi USD4,7 miliar secara year on year (YoY). Pada kuartal I/2015, defisit neraca transaksi berjalan Indonesia sebesar USD4,1 juta.

‎Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI Hendy Sulistyowati menuturkan, defisit transaksi berjalan pada periode ini meningkat menjadi 2,14% dari produk domestik bruto (PDB).‎ Hal ini disebabkan karena neraca perdagangan nonmigas mengalami penurunan.

"Pada kuartal I/2015 neraca perdagangan nonmigas sebesar USD3,94 miliar sementara pada kuartal I/2016 turun jadi USD3,27 miliar," katanya dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga:

Defisit Transaksi Berjalan Kuartal I Bengkak Jadi USD4,7 M
Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal I Defisit USD287 Juta
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Pembayaran Indonesia...
Neraca Pembayaran Indonesia Catatkan Surplus USD5,9 Miliar di Kuartal III-2024
Neraca Pembayaran Kuartal...
Neraca Pembayaran Kuartal III Surplus USD2,1 Miliar
Setelah Defisit, Neraca...
Setelah Defisit, Neraca Pembayaran Indonesia Surplus USD2,4 Miliar
Prismalink Hadirkan...
Prismalink Hadirkan Sistem Pembayaran Online dengan Banyak Inovasi
Neraca Pembayaran Indonesia...
Neraca Pembayaran Indonesia Surplus USD3 Miliar
Bank Indonesia Optimistis...
Bank Indonesia Optimistis Neraca Pembayaran Surplus di 2022
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
39 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved