Menteri Sudirman Minta PLN Satukan Arah soal Proyek 35.000 MW
Rabu, 18 Mei 2016 - 20:01 WIB
Menteri Sudirman Minta PLN Satukan Arah soal Proyek 35.000 MW
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengklaim bahwa proyek kelistrikan 35.000 megawatt (MW) yang menjadi cita-cita Presiden Joko Widodo, sejatinya mendapatkan respon positif dan banyak diminati investor dari luar negeri.
Sayangnya, PT PLN (Persero) selaku BUMN di bidang kelistrikan belum memiliki kesamaan arah dengan pemerintah sehingga minat dari luar negeri kurang tertangani dengan baik.
Dia meminta PLN agar melakukan penyesuaian dan menyatukan arah dengan pemerintah. Sehingga, minat dunia internasional terhadap proyek kelistrikan 35.000 MW dapat direspon dengan baik.
"Kita menyaksikan semua secara policy, kita cukup menarik, investment datang. Tetapi concern kita bagaimana di level eksekusi, di level PLN ada penyesuaian dan kesamaan arah, kesamaan irama agar minat internasional itu bisa direspon dengan baik," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (18/5/2016).
Minat internasional ini, sambung mantan Bos PT Pindad (Persero) ini, dapat dilihat dari kejadiran Jerman untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam merealisasikan proyek kelistrikan 35.000 MW, khususnya di bidang energi baru dan terbarukan.
(Baca: Genjot Proyek Listrik 35.000 MW, Indonesia-Jerman Teken Kerja Sama)
"Kehadiran Jerman hari ini menjadi bukti bahwa support dunia internasionl begitu besar dan kita menghargai itu," tandasnya.
Kementerian ESDM melakukan penandatanganan Declaration of Intent bidang Energi Bersih dan Energi Terbarukan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Republik Federal Jerman. Ini dilakukan untuk menggenjot megaproyek kelistrikan 35.000 MW.
Sayangnya, PT PLN (Persero) selaku BUMN di bidang kelistrikan belum memiliki kesamaan arah dengan pemerintah sehingga minat dari luar negeri kurang tertangani dengan baik.
Dia meminta PLN agar melakukan penyesuaian dan menyatukan arah dengan pemerintah. Sehingga, minat dunia internasional terhadap proyek kelistrikan 35.000 MW dapat direspon dengan baik.
"Kita menyaksikan semua secara policy, kita cukup menarik, investment datang. Tetapi concern kita bagaimana di level eksekusi, di level PLN ada penyesuaian dan kesamaan arah, kesamaan irama agar minat internasional itu bisa direspon dengan baik," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (18/5/2016).
Minat internasional ini, sambung mantan Bos PT Pindad (Persero) ini, dapat dilihat dari kejadiran Jerman untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam merealisasikan proyek kelistrikan 35.000 MW, khususnya di bidang energi baru dan terbarukan.
(Baca: Genjot Proyek Listrik 35.000 MW, Indonesia-Jerman Teken Kerja Sama)
"Kehadiran Jerman hari ini menjadi bukti bahwa support dunia internasionl begitu besar dan kita menghargai itu," tandasnya.
Kementerian ESDM melakukan penandatanganan Declaration of Intent bidang Energi Bersih dan Energi Terbarukan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Republik Federal Jerman. Ini dilakukan untuk menggenjot megaproyek kelistrikan 35.000 MW.
(ven)
Lihat Juga :