Yen Lesu, Rupiah Dibuka Makin Terperosok ke Rp13.500/USD

Kamis, 19 Mei 2016 - 10:30 WIB
Yen Lesu, Rupiah Dibuka...
Yen Lesu, Rupiah Dibuka Makin Terperosok ke Rp13.500/USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan ini dibuka semakin parah, terus tertekan USD hingga menembus level Rp13.500/USD. Pelemahan rupiah ini di tengah perkasanya USD terhadap yen.

Sementara posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance, di sesi pembukaan hari ini menunjukkan melemah di level Rp13.473/USD dibanding penutupan kemarin di level Rp13.392/USD dan pada pukul 10.15 WIB semakin terpuruk ke posisi Rp13.530/USD.

Menurut data Bloomberg, rupiah dibuka juga terpuruk ke posisi Rp13.442/USD pagi ini dengan kisaran harian Rp13.439-Rp13.550/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah masih tertekan dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.380/USD. Bahkan, pada pukul 10.15 WIB rupiah berdasarkan data Bloomberg semakin parah di posisi Rp13.513/USD.

Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 10.15 WIB ada pada level Rp13.540/USD atau jauh memburuk dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.393/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka melemah di level Rp13.467/USD. Posisi ini tercatat semakin memburuk dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.319/USD.

Dilansir Reuters, Selasa (19/5/2016), USD menguat di awal perdagangan Asia, setelah pertemuan terbaru yang digelar oleh Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) kembali menghidupkan harapan untuk kenaikan suku bunga pada Juni tahun ini.

USD terhadpa yen melonjak hingg setinggi 110,25, atau terkuat sejak 28 April yang terakhir kali diperdagangkan di atas 110. Sementara, euro terhadap USD berada di level 1,12220 atau naik 0,1% setelah kemarin jatuh di level 1,12145, terlemah sejak 29 Maret.

Indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama naik 0,1% di awal perdagangan Asia di level 95,161 setelah semalam naik setinggi 95,270. The Fed menunjukkan bahwa sebagian besar pembuat kebijakan condong ke arah pengetatan, jika data ekonomi menunjukkan pertumbuhan pada kuartal kedua lebih kuat, serta mengencangkan inflasi dan lapangan kerja.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
7 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
49 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved