Menhub Jonan Berandai-andai Jadi Bos Pertamina
Jum'at, 20 Mei 2016 - 18:06 WIB
Menhub Jonan Berandai-andai Jadi Bos Pertamina
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan berandai jika dirinya jadi Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero), akan melakukan modernisasi terhadap perusahaan minyak dan gas nasional tersebut.
Jonan menjelaskan, akan menjalin kerja sama dengan perusahaan operator telekomunikasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jika dirinya sebagai bos Pertamina. Tujuannya, agar membayar bahan bakar minyak (BBM) bisa lebih praktis.
"Kalau saya di Pertamina, kerja sama dengan Telkomsel dan sebagainya. Isi bensin di Pertamina tinggal di-tap pakai handphone, selesai," ujarnya di Jakarta, Jumat (20/5/2016).
Mantan Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini mencontohkan kemudahan menggunakan teknologi di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Di antaranya urus izin terbang sudah online.
"Misalnya, izin terbang sudah online. Registrasi cabin crew, cockpit crew. Dulu lihat pramugari di lantai 22 Kemenhub banyak sekali, sekarang sudah tidak lagi karena saya tidak niat tambah istri lagi makanya saya bikin online," canda Jonan.
Selain itu, kata dia, registrasi kapal laut dan transportasi darat juga sudah online. Sehingga, memudahkan dalam melakukan input data di kementerian.
"Kita punya 14 ribu kapal diregistrasi semua. Indonesia jual sepeda motor 8 juta setahun, semua daftarkan di Kementerian Perhubungan, bayangkan kalau manual lidahnya kering itu," pungkasnya.
Jonan menjelaskan, akan menjalin kerja sama dengan perusahaan operator telekomunikasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jika dirinya sebagai bos Pertamina. Tujuannya, agar membayar bahan bakar minyak (BBM) bisa lebih praktis.
"Kalau saya di Pertamina, kerja sama dengan Telkomsel dan sebagainya. Isi bensin di Pertamina tinggal di-tap pakai handphone, selesai," ujarnya di Jakarta, Jumat (20/5/2016).
Mantan Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini mencontohkan kemudahan menggunakan teknologi di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Di antaranya urus izin terbang sudah online.
"Misalnya, izin terbang sudah online. Registrasi cabin crew, cockpit crew. Dulu lihat pramugari di lantai 22 Kemenhub banyak sekali, sekarang sudah tidak lagi karena saya tidak niat tambah istri lagi makanya saya bikin online," canda Jonan.
Selain itu, kata dia, registrasi kapal laut dan transportasi darat juga sudah online. Sehingga, memudahkan dalam melakukan input data di kementerian.
"Kita punya 14 ribu kapal diregistrasi semua. Indonesia jual sepeda motor 8 juta setahun, semua daftarkan di Kementerian Perhubungan, bayangkan kalau manual lidahnya kering itu," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :