Pimpinan Sopir Bus Lion Air Bicara Soal Salah Turunkan Penumpang
Jum'at, 20 Mei 2016 - 18:33 WIB
Pimpinan Sopir Bus Lion Air Bicara Soal Salah Turunkan Penumpang
A
A
A
TANGERANG - Pimpinan Sopir Bus Lion Air akhirnya angkat bicara terkait insiden kesalahan mengantar penumpang pada penerbangan JT 161 Singapura-Jakarta di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/5) lalu. Seperti diketahui akibat insiden tersebut maskapai Lion Air mendapatkan sanksi pembekuan layanan darat bandara atau ground handling dari Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
(Baca Juga: Pemerintah Akhirnya Jatuhkan Sanksi ke Lion Air dan Air Asia)
Melalui surat pernyataan, group leader yang menangani pesawat Lion Air JT 161 Singapura-Jakarta, Abdullah, menjelaskan apa yang saat itu terjadi, hingga puluhan penumpang penerbangan internasional diturunkan di terminal kedatangan domestik.
Dari kejadian itu, 16 penumpang yang terdiri dari 12 Warga Negara Indonesia dan empat Warga Negara Asing, keluar bandara tanpa pemeriksaan Imigrasi dan Bea Cukai.
"Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Abdullah, nomor ID 83102009, jabatan Group Leader GSE Lion, menerangkan bahwa telah terjadi kesalahan penurunan penumpang SIN JT 161 di T1B," demikian tulis surat Abdullah sebagai pembuka.
(Baca Juga: Buntut Salah Antar, Dua Pengemudi Bus Lion Air Dipecat)
Abdullah menceritakan, pukul 19.00 WIB di hari kejadian, dirinya sudah memberikan informasi kepada sopir penumpang dari Sari Indah, perusahaan rekanan Lion Air untuk bus pengangkut penumpang, kode lokasi pengangkutan penumpang pesawat dari Singapura di R54. Dia juga menginfokan perihal kedatangan penumpang pesawat Lion Air dari Padang dengan kode R56 kepada sopir bernama Bahar.
(Baca Juga: Lion Air Ajukan Penundaan 217 Rute Penerbangan Domestik)
Selang beberapa menit setelahnya, Abdullah menginfokan kembali kepada sopir bernama Sudirman, penumpang pesawat dari Singapura ternyata turun di R51. Abdullah menitipkan pesan tersebut kepada Sudirman untuk diteruskan kepada sopir-sopir lainnya di lapangan.
"Pada pukul 20.00 WIB, saya dapat info sopir Sari Indah, Bapak Leo, lewat telepon, bahwa penumpang sudah diturunkan di T1B, baru tanya ini penumpang Singapura atau Padang. Yang standby di R51 atas nama Takim, staf Dedi. Setelah mendapat info, saya berusaha berkoordinasi ke pihak bravo untuk mengarahkan penumpang Singapura kembali ke neoplan untuk dibawa kembali ke T2 internasional," tutur Abdullah.
Dari peristiwa tersebut, Abdullah selaku Group Leader dan Bahar sebagai sopir bus yang salah menurunkan penumpang, telah dirumahkan oleh pihak PT Lion Grup. Abdullah juga mengaku sudah diperiksa untuk diproses BAP (Berita Acara Pemeriksaan) terkait kesalahan prosedur itu oleh penyidik Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta.
(Baca Juga: Pemerintah Akhirnya Jatuhkan Sanksi ke Lion Air dan Air Asia)
Melalui surat pernyataan, group leader yang menangani pesawat Lion Air JT 161 Singapura-Jakarta, Abdullah, menjelaskan apa yang saat itu terjadi, hingga puluhan penumpang penerbangan internasional diturunkan di terminal kedatangan domestik.
Dari kejadian itu, 16 penumpang yang terdiri dari 12 Warga Negara Indonesia dan empat Warga Negara Asing, keluar bandara tanpa pemeriksaan Imigrasi dan Bea Cukai.
"Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Abdullah, nomor ID 83102009, jabatan Group Leader GSE Lion, menerangkan bahwa telah terjadi kesalahan penurunan penumpang SIN JT 161 di T1B," demikian tulis surat Abdullah sebagai pembuka.
(Baca Juga: Buntut Salah Antar, Dua Pengemudi Bus Lion Air Dipecat)
Abdullah menceritakan, pukul 19.00 WIB di hari kejadian, dirinya sudah memberikan informasi kepada sopir penumpang dari Sari Indah, perusahaan rekanan Lion Air untuk bus pengangkut penumpang, kode lokasi pengangkutan penumpang pesawat dari Singapura di R54. Dia juga menginfokan perihal kedatangan penumpang pesawat Lion Air dari Padang dengan kode R56 kepada sopir bernama Bahar.
(Baca Juga: Lion Air Ajukan Penundaan 217 Rute Penerbangan Domestik)
Selang beberapa menit setelahnya, Abdullah menginfokan kembali kepada sopir bernama Sudirman, penumpang pesawat dari Singapura ternyata turun di R51. Abdullah menitipkan pesan tersebut kepada Sudirman untuk diteruskan kepada sopir-sopir lainnya di lapangan.
"Pada pukul 20.00 WIB, saya dapat info sopir Sari Indah, Bapak Leo, lewat telepon, bahwa penumpang sudah diturunkan di T1B, baru tanya ini penumpang Singapura atau Padang. Yang standby di R51 atas nama Takim, staf Dedi. Setelah mendapat info, saya berusaha berkoordinasi ke pihak bravo untuk mengarahkan penumpang Singapura kembali ke neoplan untuk dibawa kembali ke T2 internasional," tutur Abdullah.
Dari peristiwa tersebut, Abdullah selaku Group Leader dan Bahar sebagai sopir bus yang salah menurunkan penumpang, telah dirumahkan oleh pihak PT Lion Grup. Abdullah juga mengaku sudah diperiksa untuk diproses BAP (Berita Acara Pemeriksaan) terkait kesalahan prosedur itu oleh penyidik Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta.
(akr)
Lihat Juga :