Kasus Lion Air dan AirAsia Cermin Budaya Kerja di RI Lemah

Minggu, 22 Mei 2016 - 09:53 WIB
Kasus Lion Air dan AirAsia...
Kasus Lion Air dan AirAsia Cermin Budaya Kerja di RI Lemah
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai kasus salah antar penumpang yang dilakukan Lion Air dan AirAsia menjadi cerminan lemahnya budaya kerja di Indonesia (RI). Apalagi, dua insiden tersebut terjadi dalam waktu yang dekat.

Ketua Komite Tetap Kadin, Amir Karamoy‎ mengatakan, di sebuah bandara sejatinya banyak terdiri dari berbagai sektor perusahaan seperti maskapai, jasa bandara (groundhandling), perusahaan makanan (catering), dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selain itu, bandara juga diisi oleh otoritas terkait, seperti imigrasi, bea cukai, kepolisian maupun pemerintah daerah (pemda).

Namun, kejadian serupa bisa terjadi di waktu yang hampir bersamaan. Hal ini, kata dia, menunjukkan bahwa seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) yang ada di bandara sudah tidak memiliki filosofi budaya kerja yang baik.

"‎Jadi saya melihat ini betul-betul memberikan kesan kepada saya ini jangan-jangan pencerminan lemahnya budaya kerja bangsa kita. Peristiwa yang tadi itu kan terjadi tidak terlalu lama hanya hitungan hari. Ini ada sesuatu yang salah," ujarnya, dalam sebuah diskusi di Menteng, Jakarta, Sabtu (21/5/2016).

Menurut Amir, ada arogansi dan kesombongan dari para birokrat dan pengusaha yang ada di sana sehingga menganggap konsumen tidak terlalu penting. Konsumen, tidak memiliki posisi tawar yang tinggi sehingga bisa diperlakukan seenaknya.

"Misalnya nih, walaupun delay empat jam itu enggak ada tuh orang-orang yang bisa jelaskan kenapa delay. Mereka enggak peduli. Ini harus diubah. Kita enggak bisa lagi mengelola bandara dengan cara kerja seperti itu," imbuhnya.

Mantan Tim Sukses Rachmat Gobel ini menambahkan, pola kerja di bandara harus diubah seperti di perusahaan kebanyakan. Konsumen harus dianggap sebagai raja, karena mereka yang mendatangkan pundi-pundi rupiah.

"‎Lebih banyak meladeni dengan baik, lebih meningkat kesejahteraan Anda. Saya khawatir sudah tidak ada filosofi seperti itu. Kita tidak punya budaya kerja yang menganggap publik itu stakeholder penting. Artinya, posisi tawar pelanggan, customer, publik, masyarakat itu sangat rendah," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Super Jet Resmi Beroperasi,...
Super Jet Resmi Beroperasi, Warga Net Pertanyakan THR Lion Air Selama Dua Tahun
Pesawat Lion Air Tergelincir
Pesawat Lion Air Tergelincir
3 Maskapai Milik Lion,...
3 Maskapai Milik Lion, Nomor 1 Rajanya Pelosok Tanah Air
3 Maskapai di Bawah...
3 Maskapai di Bawah Lion Air Group, Ini Daftarnya
Pelamar Kerja Lion Air...
Pelamar Kerja Lion Air Membeludak, Jalan Suryadarma Tangerang Macet Parah
Lion Air Investigasi...
Lion Air Investigasi Video Viral Paket yang Dilempar dari Pesawat
Berita Terkini
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
1 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
3 jam yang lalu
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
3 jam yang lalu
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
4 jam yang lalu
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
4 jam yang lalu
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
5 jam yang lalu
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved