IHSG Diprediksi Akan Tertekan Pelemahan Rupiah
Senin, 23 Mei 2016 - 08:32 WIB
IHSG Diprediksi Akan Tertekan Pelemahan Rupiah
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan oleh Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya akan bergerak di kisaran level 4.688–4.754. Dia menjelaskan bursa saham Tanah Air masih akan bergerak dalam tekanan di tengah pelemahan nilai tukar kita, kondisi ini terlihat akan bersifat sementara dan dapat dimanfaatkan sebagai peluang bagi invrestor.
"Terutama untuk melakukan akumulasi pembelian untuk saham-saham dengan kapitalisasi besar, karena jika kita melihat jangka panjang IHSG masih dalam kondisi uptrend," ujarnya di Jakarta, Senin (23/5/2016).
(Baca Juga: IHSG Awal Pekan Ini Diprediksi Masih di Kisaran 4.700)
Selain itu, kondisi perekonomian juga masih dalam kondisi stabil terlihat dari rilis data perekonomian yang terjadi. Pelemahan nilai tukar masih bersifat wajar melihat dari dolar Amerika Serikat (USD) indeks yang sempat mengalami teknikal rebound.
"Walau sebenarnya yang terlihat dari USD indeks sendiri saat ini adalah pola distribusi, penguatan komoditas akan memberikan dampak atau sentimen yang kurang begitu baik ke pasar modal," katanya.
Kondisi tersebut lanjut dia akan menyebabkan aliran dana investasi sedikit berubah untuk kurun waktu jangka pendek. Justru dari hal inilah dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan proyeksi pertumbuhan perekonomian yang masih cukup bagus.
"Sehingga dapat menghasilkan capital gain masa akan datang, rentang konsolidasi IHSG saat ini berada pada level support 4.688 dengan target resistance pada level 4.754. Hari ini IHSG berpotensi mengalami rebound yang sifatnya terbatas," pungkasnya.
"Terutama untuk melakukan akumulasi pembelian untuk saham-saham dengan kapitalisasi besar, karena jika kita melihat jangka panjang IHSG masih dalam kondisi uptrend," ujarnya di Jakarta, Senin (23/5/2016).
(Baca Juga: IHSG Awal Pekan Ini Diprediksi Masih di Kisaran 4.700)
Selain itu, kondisi perekonomian juga masih dalam kondisi stabil terlihat dari rilis data perekonomian yang terjadi. Pelemahan nilai tukar masih bersifat wajar melihat dari dolar Amerika Serikat (USD) indeks yang sempat mengalami teknikal rebound.
"Walau sebenarnya yang terlihat dari USD indeks sendiri saat ini adalah pola distribusi, penguatan komoditas akan memberikan dampak atau sentimen yang kurang begitu baik ke pasar modal," katanya.
Kondisi tersebut lanjut dia akan menyebabkan aliran dana investasi sedikit berubah untuk kurun waktu jangka pendek. Justru dari hal inilah dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan proyeksi pertumbuhan perekonomian yang masih cukup bagus.
"Sehingga dapat menghasilkan capital gain masa akan datang, rentang konsolidasi IHSG saat ini berada pada level support 4.688 dengan target resistance pada level 4.754. Hari ini IHSG berpotensi mengalami rebound yang sifatnya terbatas," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :