alexametrics

JCM Sasar Pasar Premium

loading...
A+ A-
YOGYAKARTA - Memasuki ulang tahun yang kedua, Jogja City Mall (JCM) terus menunjukkan eksistensi mereka. Dengan menyasar pasar premium, mal yang berada di Jalan Magelang ini terus berbenah. Desain yang unik menegaskan kehadiran JCM yang berkonsep modern namun tidak meninggalkan identitas daerah karena berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Owner Representatif PT Garuda Mitra Sejati, Erni Kusmastuti mengatakan JCM hadir di Yogyakarta untuk mengangkat citra Yogyakarta sebagai kota istimewa. Meski mal secara umum berorientasi terhadap profit tapi tidak dengan JCM. Karena mereka memberi kesempatan kepada UMKM untuk berpartisipasi. Seperti yang sudah dilakukan yaitu menggandeng dewan kerajinan nasional daerah (Dekranasda) untuk menggelar pameran.

"Kami tidak melulu profit. Karena kami beri ruang pengusaha kecil berpartisipasi," tuturnya, saat perayaan ulang tahun kedua JCM, Jumat (27/5/2016).



Saat ini, setidaknya ada 200 tenant yang mengisi 95 % luasan JCM. Sebagian besar tenant yang mengisi justru merupakan brand-brand nasional dari seluruh Indonesia. Hal tersebut menunjukkan jika JCM sangat diminati pengusaha dalam negeri untuk melakukan penetrasi di pasar Yogyakarta. Ke depan, mereka ingin semakin banyak pengusaha lokal yang turut berpartisipasi membuka gerainya di JCM.

Memasuki usia yang lebih dewasa lagi, JCM ingin hadir dengan mengedepankan hospitality (pelayanan prima) bagi para pemilik tenant ataupun pengunjung. Ia ingin menjadikan JCM lebih ramah lagi bagi pengunjung dengan membuat pengunjung lebih lama berada di JCM. Pihak manajemen menginginkan JCM menjadi tempat hiburan sekaligus destinasi wisata baru di wilayah Yogyakarta.

Respon masyarakat terhadap JCM memang cukup bagus. Di hari biasa, jumlah pengunjung mal ini sudah mencapai 12.000 orang. Sementara di hari libur seperti weekend, jumlah pengunjungnya bisa mencapai 25.000 orang. Dan ketika weekend ataupun ada acara khusus, jumlah pengunjung JCM bisa mencapai angka 40.000-60.000 orang. JCM menjadi salah satu alternatif melakukan pertunjukkan karena dilengkapi dengan hall yang representatif.

"Kami ingin terus berkembang seiring dengan perkembangan kota ini," ujarnya.

Erni menambahkan, mal di Yogyakarta sebenarnya sudah terblok-blok. Masing-masing ada di wilayah timur, barat dan tengah. JCM menjadi tujuan pengunjung di Yogyakarta bagian barat karena lokasinya berada di tepi utara kota ini. Pengunjung dari luar kota seperti Magelang, Purworejo, Kebumen juga lebih memilih JCM karena untuk melewati area Kota Yogyakarta, kemacetan sudah melanda wilayah ini.

Direktur Utama PT Garuda Mitra Sejati, Sukeno mengatakan, kehadiran diharapkan mampu menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Yogyakarta. Selain itu, kehadiran JCM juga diharapkan mampu mengangkat perekonomian Yogyakarta dan memberi dampak positif perkembangan bisnis di wilayah ini.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top