Analis: Seharusnya BI 7-Days Repo Rate sejak Dulu

Minggu, 29 Mei 2016 - 12:11 WIB
Analis: Seharusnya BI...
Analis: Seharusnya BI 7-Days Repo Rate sejak Dulu
A A A
TANGERANG - Analis Mandiri Sekuritas Leo Putra Rinaldy mengatakan, seharusnya pemberlakuan suku bunga 7 days reserve repo rate dilakukan sejak dulu dan menjadi benchmark untuk short term terutama over night.

Menurutnya, kebijakan ini telah diterima market dengan respons positif. Pemberlakuannya baru dilakukan sekarang karena memang kebijakan pemerintah yang ingin melihat kondisi ekonomi Indonesia jauh lebih stabil terlebih dulu.

Hal tersebut dibuktikan dengan inflasi dan yang rupiah yang lebih stabil dan manageable. "Mereka responnya positif dan sebagian ada yang bilang kenapa tidak dari dulu dilakukan. Tapi memang baru sekarang dilakukan pemerintah karena kondiai rupiah dan inflasi yang lebih stabil dan terkendali," kata Leo di Karawaci, Tangerang, Sabtu (28/5/2016).

Selain positif untuk market, ternyata kebijakan ini juga positif untuk sektor perbankan. Jika dulu berbicara soal BI rate di atasnya pasti ada landing facility dan deposit facility.

"Padahal, landing facility kita 7,25% dan itu berlaku night. Bank kalau pinjam ke BI cost-nya tinggi. Siap yang mau bayar 7,25% untuk overnight? Dengan perubahan ke 7 days reverse repo, targetnya membuat policy rate dengan landing facility dan deposit facility itu simetris," kata dia.

Karena, lanjut Leo, salah satu yang membuat BI Rate tidak efektif adalah landing facility dan deposit facility asimetris. Maka, nanti perbankan akan melihat lebih realitis.

Dia mengatakan, jika bank butuh likuiditas, BI rate sudah mendekati overnight dan pada akhirnya ini merupakan mekanisme untuk menurunkan tingkat suku bunga deposito karena landing facility ini menjadi cost.

"Saya juga melihatnya mekanisme market untuk menurunkan tingkat bunga deposito akan terjadi karena term structure akan turun lebih landai," imbuhnya.

Sementara, dari sisi market lainnya, yang ditunggu berikutnya adalah reaksi OJK dari perubahan policy rate ini. Sampai saat ini, OJK belum merespons soal suku bunga baru ini.

"Apa yang akan dilakukan mereka? Market ingin lihat benar tidak OJK akan tetap pakai suku bunga 12 bulan? Walau banyak yang berasumsi demikian, kita tunggu saja respons mereka," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Nilai Tukar Rupiah...
Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil, BI Repo Rate Bakal Ditahan
BI-Rate Tetap di Level...
BI-Rate Tetap di Level 6,25 Persen
Breaking News! BI Pangkas...
Breaking News! BI Pangkas Suku Bunga Jadi 6%
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Perry Warjiyo Ungkap...
Perry Warjiyo Ungkap Ada Ruang Penurunan BI Rate di Penutup Tahun 2024
4 Kali Pangkas Suku...
4 Kali Pangkas Suku Bunga Acuan, Gubernur Perry: BI Rate Masih Bisa Turun Lagi
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
7 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
7 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
7 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
8 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
9 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
9 jam yang lalu
Infografis
7 Fakta Pulau Pedofil...
7 Fakta Pulau Pedofil Jeffrey Epstein: Kuil Misterius hingga Dugaan Kejahatan Seksual
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved