Dibutuhkan Komitmen Bersama untuk Memacu Perekonomian Indonesia

Rabu, 01 Juni 2016 - 17:52 WIB
Dibutuhkan Komitmen...
Dibutuhkan Komitmen Bersama untuk Memacu Perekonomian Indonesia
A A A
JAKARTA - Pakar manajemen dari Universitas Harvard, Robert Kaplan mengatakan, strategi nilai bersama (shared value) harus menawarkan manfaat ekonomi bagi semua pihak untuk dapat memperoleh dukungan berkelanjutan. Nilai-nilai shared value ini bisa menjadi dasar bagi pembangunan berkelanjutan dan terciptanya hubungan harmonis antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat.

“Kesemuanya itu harus berpartisipasi dan berkontribusi jika manfaat-manfaat tersebut hendak dicapai. Jadi strategi shared value membutuhkan pemahaman dan komitmen bersama dari beberapa elemen,” paparnya saat "Executing Shared Value, Delivering Positive Impact in Indonesia” di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu (1/6/2016).

Shared value sendiri merupakan konsep dalam strategi bisnis yang menekankan pentingnya memasukkan masalah dan kebutuhan social dalam perancangan strategi perusahaan. Strategi ini merupakan pengembangan dari konsep tanggung jawab social perusahaan (corporate social responsibility).

Dalam konteks Indonesia sebagai negara berkembang, Kaplan menilai perlu melakukan strategi dengan pembentukan suatu pemahaman dan komitmen bersama dari berbagai pemangku kepentingan, guna memacu perekonomian nasional.

Karena itu, sambung dia, shared value memfasilitasi sektor publik dan organisasi swasta dalam menciptakan strategi yang memiliki dampak positif dan berkepanjangan. Selaras dengan Indonesia sebagai negara berkembang yang membutuhkan komitmen tinggi dari perusahaan, pemerintah, serta masyarakat.

Acara seminar yang dihadiri lebih dari 300 pemimpin bisnis dari perusahaan lokal dan multinasional, pemerintah, dan yayasan ini bertujuan membedah shared value yang terbukti menjadi kunci untuk strategi berkelanjutan yang berdampak positif bagi bisnis dan masyarakat.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Mungkin...
Ekonomi China Mungkin Tidak Akan Pernah Melampaui Ekonomi Amerika
Melebur G7 Bersama BRICS...
Melebur G7 Bersama BRICS untuk Melawan Fragmentasi Dunia
Ngebet Gabung BRICS,...
Ngebet Gabung BRICS, Iran Cari Dukungan dari Afrika Selatan
Jokowi Singgung Ketidakadilan...
Jokowi Singgung Ketidakadilan Tatanan Ekonomi Dunia Saat KTT BRICS
Menimbang Untung-Rugi...
Menimbang Untung-Rugi Bagi Indonesia Jika Gabung ke BRICS
Satu Lagi Negara Tetangga...
Satu Lagi Negara Tetangga Indonesia Ingin Gabung BRICS, Rusia Janji Beri Dukungan
Berita Terkini
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
12 menit yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
1 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
1 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
2 jam yang lalu
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
4 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved