Satu Lagi Negara Tetangga Indonesia Ingin Gabung BRICS, Rusia Janji Beri Dukungan
Minggu, 19 Januari 2025 - 09:47 WIB
loading...
Rusia berjanji bakal memfasilitasi salah satu negara tetangga Indonesia untuk bergabung ke dalam BRICS. Foto/Dok
A
A
A
HANOI - Rusia akan memfasilitasi keinginan Vietnam untuk bergabung ke dalam BRICS , sebagai negara mitra bersama kelompok negara-negara berkembang utama. Hal ini disampaikan dalam pernyataan bersama kedua negara, setelah kunjungan dua hari Perdana Menteri Rusia, Mikhail Mishustin ke Hanoi.
"Pihak Rusia menyambut baik partisipasi aktif Vietnam dalam acara BRICS pada tahun 2024 dan menyatakan kesiapannya untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan jika Vietnam bergabung dengan BRICS sebagai negara mitra," bunyi pernyataan itu seperti dilansir AP.
Baca Juga: BRICS Nambah Kekuatan, 9 Negara Bakal Resmi Jadi Mitra di 2025
Dibentuk oleh Brasil, Rusia, India dan China pada tahun 2009, yang setahun kemudian bertambah Afrika Selatan di 2010. BRICS merupakan penyeimbang negara-negara industri G7 dan terus memperluas keanggotaanya pada tahun lalu dengan menambahkan Iran, Mesir, Ethiopia dan Uni Emirat Arab.
Sementara Arab Saudi yang secara resmi sudah diundang untuk bergabung, belum menentukan sikap resminya. Sedangkan Turki, Azerbaijan dan Malaysia secara resmi sudah mengajukan permohonan untuk menjadi anggota, dan beberapa negara lainnya juga ikut menyatakan minatnya.
Sebelumnya negara tetangga Vietnam di Asia Tenggara, yakni Indonesia sudah diterima sebagai anggota penuh BRICS pada bulan ini. Namun Vietnam tetap enggan bergabung dengan blok tersebut, kata Nguyen Khac Giang, seorang dosen tamu di Program Studi Vietnam di Institut ISEAS-Yusof Ishak Singapura.
"Hanoi masih berhati-hati dengan apa yang akan dipikirkan pemerintahan Trump tentang BRICS dan konsekuensi potensial menjadi anggota penuh dalam skenario terburuk. Sementara itu, manfaatnya tidak begitu besar bagi Hanoi untuk mengambil risiko seperti itu," katanya.
"Pihak Rusia menyambut baik partisipasi aktif Vietnam dalam acara BRICS pada tahun 2024 dan menyatakan kesiapannya untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan jika Vietnam bergabung dengan BRICS sebagai negara mitra," bunyi pernyataan itu seperti dilansir AP.
Baca Juga: BRICS Nambah Kekuatan, 9 Negara Bakal Resmi Jadi Mitra di 2025
Dibentuk oleh Brasil, Rusia, India dan China pada tahun 2009, yang setahun kemudian bertambah Afrika Selatan di 2010. BRICS merupakan penyeimbang negara-negara industri G7 dan terus memperluas keanggotaanya pada tahun lalu dengan menambahkan Iran, Mesir, Ethiopia dan Uni Emirat Arab.
Sementara Arab Saudi yang secara resmi sudah diundang untuk bergabung, belum menentukan sikap resminya. Sedangkan Turki, Azerbaijan dan Malaysia secara resmi sudah mengajukan permohonan untuk menjadi anggota, dan beberapa negara lainnya juga ikut menyatakan minatnya.
Sebelumnya negara tetangga Vietnam di Asia Tenggara, yakni Indonesia sudah diterima sebagai anggota penuh BRICS pada bulan ini. Namun Vietnam tetap enggan bergabung dengan blok tersebut, kata Nguyen Khac Giang, seorang dosen tamu di Program Studi Vietnam di Institut ISEAS-Yusof Ishak Singapura.
"Hanoi masih berhati-hati dengan apa yang akan dipikirkan pemerintahan Trump tentang BRICS dan konsekuensi potensial menjadi anggota penuh dalam skenario terburuk. Sementara itu, manfaatnya tidak begitu besar bagi Hanoi untuk mengambil risiko seperti itu," katanya.
Lihat Juga :