Rupiah Hari Ini Diperkirakan Melemah Terbatas
Kamis, 02 Juni 2016 - 08:32 WIB
Rupiah Hari Ini Diperkirakan Melemah Terbatas
A
A
A
JAKARTA - Meski laju dolar Amerika Serikat (USD) masih cenderung melemah terhadap sejumlah mata uang, terutama terhadap yen dan euro, namun tidak juga berimbas pada laju rupiah yang awalnya dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk menguat.
"Kami perkirakan laju rupiah melemah terbatas agar memiliki ruang untuk berbalik positif," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (2/6/2016).
Dia memprediksi rupiah akan berada di level support Rp13.685/USD serta resisten Rp13.665/USD dan tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah.
Sementara, sejalan dengan perkiraan Bank Indonesia, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2016 mencatat inflasi sebesar 0,24% (mom). Inflasi IHK pada periode menjelang Ramadhan tahun ini cukup terkendali dan lebih rendah dibanding rata-ratanya dalam lima tahun terakhir.
Inflasi terjadi di semua komponen dan terutama bersumber dari komponen bahan makanan bergejolak (volatile foods) dan komponen barang yang diatur pemerintah (administered prices).
Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK secara year to date (ytd) dan tahunan (yoy) masing-masing mencapai 0,40% (ytd) dan 3,33% (yoy), serta berada dalam kisaran sasaran inflasi BI yaitu sebesar 4±1% (yoy).
Di sisi lain, lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) kembali mempertahankan peringkat Indonesia pada level BB+/positive outlook pada 1 Juni 2016.
Dalam siaran persnya, S&P menyebutkan faktor kunci yang mendukung keputusan tersebut mencakup perbaikan kebijakan dan tata kelola kelembagaan, termasuk kerangka kebijakan fiskal, kebijakan moneter yang kredibel dan pertumbuhan ekonomi yang baik.
"Dengan sentimen-sentimen tersebut membuat laju rupiah kembali mengalami pelemahan. Inflasi yang melonjak dari bulan sebelumnya dan belum adanya kabar kenaikan rating Indonesia memberikan tekanan pada laju rupiah," pungkasnya.
"Kami perkirakan laju rupiah melemah terbatas agar memiliki ruang untuk berbalik positif," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (2/6/2016).
Dia memprediksi rupiah akan berada di level support Rp13.685/USD serta resisten Rp13.665/USD dan tetap cermati sentimen yang ada terhadap laju rupiah.
Sementara, sejalan dengan perkiraan Bank Indonesia, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2016 mencatat inflasi sebesar 0,24% (mom). Inflasi IHK pada periode menjelang Ramadhan tahun ini cukup terkendali dan lebih rendah dibanding rata-ratanya dalam lima tahun terakhir.
Inflasi terjadi di semua komponen dan terutama bersumber dari komponen bahan makanan bergejolak (volatile foods) dan komponen barang yang diatur pemerintah (administered prices).
Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK secara year to date (ytd) dan tahunan (yoy) masing-masing mencapai 0,40% (ytd) dan 3,33% (yoy), serta berada dalam kisaran sasaran inflasi BI yaitu sebesar 4±1% (yoy).
Di sisi lain, lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) kembali mempertahankan peringkat Indonesia pada level BB+/positive outlook pada 1 Juni 2016.
Dalam siaran persnya, S&P menyebutkan faktor kunci yang mendukung keputusan tersebut mencakup perbaikan kebijakan dan tata kelola kelembagaan, termasuk kerangka kebijakan fiskal, kebijakan moneter yang kredibel dan pertumbuhan ekonomi yang baik.
"Dengan sentimen-sentimen tersebut membuat laju rupiah kembali mengalami pelemahan. Inflasi yang melonjak dari bulan sebelumnya dan belum adanya kabar kenaikan rating Indonesia memberikan tekanan pada laju rupiah," pungkasnya.
(izz)