Pertamina Ramal Konsumsi Premium Meroket 150% Selama Lebaran
Jum'at, 03 Juni 2016 - 12:50 WIB
Pertamina Ramal Konsumsi Premium Meroket 150% Selama Lebaran
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengaku akan mengantisipasi sejak dini atas lonjakan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) selama Ramadhan dan Lebaran 2016. Diprediksikan, penggunaan premium selama Lebaran meningkat 150% dari konsumsi harian.
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menuturkan, puncak penggunaan premium pada arus mudik kali ini diestimasi akan terjadi pada H-4 Lebaran dengan perkiraan lonjakan 150% dari pemakaian biasa. Pada H-4, diperkirakan premium akan ludes hingga 107.859 kiloliter (KL).
"Kalau KL nya (premium) sendiri kita prediksikan sekitar 107,859 KL pada H-4. Kemudian akan sedikit menurun, karena mungkin aktivitas di sana," katanya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (3/6/2016).
Dia melanjutkan, untuk arus balik diperkirakan akan terjadi pada H+3 atau 125% dari penggunaan harian. "Rata-rata hariannya konsumsi premium sekitar 71.905 KL," imbuh dia.
Sementara, penggunaan solar pada periode tersebut justru cenderung menurun. Hal ini lantaran industri yang biasanya menggunakan bahan bakar solar libur. Selain itu, truk juga dilarang beroperasi selama Lebaran kecuali truk pengangkut sembako, pengangkut BBM, dan elpiji.
"Jadi, solar sendiri kita prediksikan pada hari H akan turun drastis. Kemudian perlahan akan kembali normal," tutur Wianda.
Sedangkan untuk penggunaan avtur diprediksikan lonjakan pemakaian akan terjadi pada H-4 sekitar 119% dari pemakaian harian atau 15.263 KL. "Kemudian arus baliknya terjadi H+3. Karena warga-warga yang menggunakan pesawat kembali lebih awal sekitar H+3. H+3 itu terjadi kenaikan 119% dari DOT," tandasnya.
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menuturkan, puncak penggunaan premium pada arus mudik kali ini diestimasi akan terjadi pada H-4 Lebaran dengan perkiraan lonjakan 150% dari pemakaian biasa. Pada H-4, diperkirakan premium akan ludes hingga 107.859 kiloliter (KL).
"Kalau KL nya (premium) sendiri kita prediksikan sekitar 107,859 KL pada H-4. Kemudian akan sedikit menurun, karena mungkin aktivitas di sana," katanya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (3/6/2016).
Dia melanjutkan, untuk arus balik diperkirakan akan terjadi pada H+3 atau 125% dari penggunaan harian. "Rata-rata hariannya konsumsi premium sekitar 71.905 KL," imbuh dia.
Sementara, penggunaan solar pada periode tersebut justru cenderung menurun. Hal ini lantaran industri yang biasanya menggunakan bahan bakar solar libur. Selain itu, truk juga dilarang beroperasi selama Lebaran kecuali truk pengangkut sembako, pengangkut BBM, dan elpiji.
"Jadi, solar sendiri kita prediksikan pada hari H akan turun drastis. Kemudian perlahan akan kembali normal," tutur Wianda.
Sedangkan untuk penggunaan avtur diprediksikan lonjakan pemakaian akan terjadi pada H-4 sekitar 119% dari pemakaian harian atau 15.263 KL. "Kemudian arus baliknya terjadi H+3. Karena warga-warga yang menggunakan pesawat kembali lebih awal sekitar H+3. H+3 itu terjadi kenaikan 119% dari DOT," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :