Daya Saing Kota Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI

Jum'at, 03 Juni 2016 - 13:41 WIB
Daya Saing Kota Kunci...
Daya Saing Kota Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai kota-kota dengan daya saing tinggi dapat menjadi magnet bagi modal dan tenaga kerja produktif, sehingga membuka peluang bagi ekonomi domestik.

Inisiatif-inisiatif yang dilakukan dalam mendorong daya saing perkotaan, termasuk pengembangan ke arah kota cerdas (smart city), akan menjadikan kota-kota di berbagai wilayah sebagai sumber pertumbuhan baru.

Salah satu strategi yang ditempuh dalam peningkatan daya saing perkotaan adalah dengan mengembangkan kota dengan konsep smart city yang harus mendukung kehidupan rakyat yang lebih baik.

"Beberapa kota di Indonesia secara bertahap menuju ke arah kota cerdas namun penerapannya masih belum terintegrasi dengan baik (scattered)," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam rilisnya, Jumat (3/6/2016).

Berbagai tantangan dalam mendukung terciptanya kota cerdas mengharuskan berbagai langkah dalam mengatasi penataan ruang dan wilayah yang konsisten, pemenuhan kebutuhan konektivitas, dan pembenahan kualitas lingkungan, yang disertai peningkatan peran aktif masyarakat kota.

Dia menyebutkan, berbagai langkah telah diinisiasi oleh masing-masing kementerian serta pemerintah daerah terkait dengan meningkatkan daya saing perkotaan.

Pemerintah DKI Jakarta memiliki sejumlah program unggulan untuk mewujudkan Jakarta sebagai smart city seperti kartu JakartaOne yang menjadi alat pembayaran nontunai di bidang pendidikan dan transportasi sekaligus menjadi basis data perilaku masyarakat yang dapat mendukung pengambilan kebijakan publik.

"Pemerintah Kota Makassar juga telah menginisiasi smart card untuk meningkatkan layanan kepada penduduk seperti di bidang kesehatan (home care), makanan (smart canteen), dan pendidikan (smart student)," papar dia.

Pengembangan kota difokuskan pada penyelesaian di lima sektor pelayanan perkotaan, yakni sistem transportasi perkotaan; ketersediaan air bersih dan sanitasi; drainase, pengelolaan banjir di perkotaan dan manajemen risiko bencana; perumahan dan penanganan permukiman kumuh; pengelolaan limbah dan sampah.

Dana alokasi khusus (DAK) infrastruktur akan lebih difokuskan pada air bersih, sanitasi, dan drainase di daerah. Selain itu, optimalisasi DAK diarahkan untuk mengatasi persoalan air bersih dan sanitasi terkait otonomi daerah, serta mendukung revitalisasi daerah aliran sungai (DAS).

Mengoptimalkan pemanfaatan sarana IT untuk perbaikan proses pengumpulan data, antara lain melalui pengembangan berbagai aplikasi smartphones untuk pengumpulan data di tingkat produsen dan konsumen, serta untuk diseminasi informasi bagi masyarakat.

Mengembangkan infrastruktur pendukung IT melalui proyek Palapa Ring dan akses broadband di seluruh daerah dengan target 2019 terealisasi di seluruh ibu kota kabupaten/kota. "Adapun pola pembangunan infrastruktur menggunakan pola pembiayaan PPP," ujarnya.

Pengembangan IT seperti smartcard di Jakarta, Makassar dan daerah lainnya diperlukan untuk mendukung pengolaaan kota yang baik bagi masyarakat. Mendukung pengembangan e-commerce melalui percepatan penerbitan Rencana Peraturan Pemerintah mengenai Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik yang berpedoman pada aspek light touch regulation.

Menurutnya, BI ndonesia mendukung terwujudnya smart city, dengan berperan aktif mendorong implementasi program elektronifikasi. Penerapan elektronifikasi transaksi keuangan diyakini akan dapat meningkatkan efisiensi hubungan antara masyarakat-bisnis-pemerintahan (P-B-G).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Uji Kelayakan jadi Deputi...
Uji Kelayakan jadi Deputi Gubernur BI, Ini Jurus Juda Agung Selamatkan Ekonomi RI
Bos BI Ungkap 7 Jurus...
Bos BI Ungkap 7 Jurus Jaga Laju Ekonomi RI, QRIS Jadi Andalan
Ketua DPR Sudah Terima...
Ketua DPR Sudah Terima Surat dari Jokowi Berisi Nama Calon Gubernur BI, Siapa Calon Kuat?
Mata Uang RI Undervalue,...
Mata Uang RI Undervalue, Perry Warjiyo: Fundamental Ekonomi Kuat, Seharusnya Rupiah Stabil
Perry Warjiyo Beberkan...
Perry Warjiyo Beberkan Jurus BI dalam Menjaga Stabilitas dan Mendorong Ekonomi RI
Ekonomi RI Punya Ketahanan...
Ekonomi RI Punya Ketahanan Nasional, Gubernur BI: Tuhan Cinta Sama Kita
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
11 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved